Kamis 04 Jul 2019 07:40 WIB

Gorontalo dan Pusat Penyebaran Islam

Gorontalo menjadi menjadi pusat pendidikan, perdagangan, serta penyebaran Islam.

Warga berswafoto dengan latar belakang laut di Masjid Walima Emas di Bongo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Ahad (5/11).
Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Warga berswafoto dengan latar belakang laut di Masjid Walima Emas di Bongo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Ahad (5/11).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis, menghadap Teluk Tomini (bagian selatan) dan Laut Sulawesi (bagian utara). Kedudukan kota Kerajaan Gorontalo mulanya berada di Kelurahan Hulawa, Kecamatan Telaga sekarang, tepatnya di pinggiran Sungai Bolango. Menurut penelitian, pada 1024 H, kota kerajaan ini dipindahkan dari Keluruhan Hulawa ke Dungingi, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Kota Barat sekarang.

Kemudian, pada masa pemerintahan Sultan Botutihe, kota kerajaan ini dipindahkan dari Dungingi di pinggiran Sungai Bolango ke satu lokasi yang terletak antara dua kelurahan, yaitu Kelurahan Biawao dan Kelurahan Limba B.

Penyebaran Islam

Letak yang stategis tersebut membuat Gorontalo menjadi menjadi pusat pendidikan, perdagangan, serta penyebaran Islam. Pengaruh Gorontalo sangat besar pada wilayah sekitar, bahkan menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo yang meliputi Gorontalo dan wilayah sekitarnya, seperti Buol ToliToli, Donggala, dan Bolaang Mongondow.

Pohala'a

Sebelum penjajah Belanda datang, Gorontalo berbentuk kerajaan yang diatur menurut hukum ketatanegaraan. Beberapa kerajaan tersebut bergabung dalam satu ikatan bernama Pohala'a. Ada lima Pohala'a, yaitu Pohala'a Gorontalo, Limboto, Suwawa, Boalemo, dan Atinggola.

Pohala'a Gorontalo merupakan yang paling menonjol di antara kelima pohala'a tersebut. Itulah sebabnya Gorontalo lebih banyak dikenal.

Asal-usul Nama

Belum ada yang bisa memastikan asal-usul nama Gorontalo. Banyak versi soal hal tersebut. Antara lain, berasal dari Hulontalangio, nama salah satu kerajaan yang dipersingkat menjadi hulontalo.

Ada juga yang menyebut berasal dari Hua Lolontalango yang artinya orang-orang Gowa yang berjalan lalu-lalang. Masih banyak versi lainnya. Namun, terlihat jelas, kata “hulondalo” hingga sekarang masih hidup dalam ucapan orang Gorontalo. Orang Belanda karena kesulitan dalam mengucapkannya diucapkan dengan “horontalo” dan bila ditulis menjadi “gorontalo”.

Kota Gorontalo

Kota Gorontalo lahir pada Kamis, 18 Maret 1728 M atau 6 Syakban 1140 Hijriyah. Pada 16 Februari 2001, Kota Gorontalo secara resmi ditetapkan sebagai  ibu kota Provinsi Gorontalo (UU Nomor 38 Tahun 2000 Pasal 7).

Sebelum terbentuknya Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo merupakan sebuah kota praja yang secara resmi berdiri sejak 20 Mei 1960 yang kemudian berubah menjadi Kotamadya Gorontalo pada 1965.

Serambi Madinah

Sejak dulu, Gorontalo dikenal sebagai Kota Serambi Madinah. Ini karena sejak dulu Kerajaan Gorontalo telah menerapkan syariat Islam sebagai dasar pelaksanaan hukum, baik dalam bidang pemerintahan, kemasyarakatan, maupun pengadilan.

sumber : Mozaik Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement