Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Menelusuri Jejak Islam di Finlandia

Kamis 27 Jun 2019 08:18 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslim di Finlandia.

Muslim di Finlandia.

Foto: Todayszaman.com
Islam adalah agama minoritas di Finlandia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Islam adalah agama minoritas di Finlandia. Dengan jumlah penganut sebesar 50 ribu-60 ribu jiwa. Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan Finlandia Selatan.

Dalam struktur pemerintahannya, Finlandia termasuk negara yang memberikan kebebasan beragama bagi warganya. Sehingga, meski Islam adalah minoritas, Muslim Finlandia dapat beribadah dengan leluasa.

Tak ada batasan ruang gerak untuk Muslim yang ingin menjalankan shalat Jumat, shalat Id, berhijab, bahkan para pedagang yang ingin menyediakan makanan halal. Tak heran bila ikan salmon, bagi Muslim Finlandia, selain merupakan mesin penghasil uang terbesar, juga dijadikan sebagai makanan alternatif yang terjamin kehalalannya.

Umat islam di finlandia juga tidak kesulitan mendirikan masjid. Mereka berhasil mendirikan sekira 18 masjid di Finlandia. Sebagian besar memang bangunan biasa yang dialihfungsikan menjadi masjid. Masjid-masjid itu digunakan oleh banyak komunitas Muslim untuk kegiatan-kegiatan ibadah. 

Didominasi imigran 

Islam masuk ke Finlandia pada 1870- 1920. Saat itu, imigran Muslim The Baltic Tatars (asal Turki) yang berprofesi sebagai pedagang dan tentara tiba di Finlandia pada akhir abad ke-19. Mereka kemudian membawa anggota keluarganya untuk bersama-sama menghuni kawasan Finlandia.

Dalam waktu singkat, para imigran Muslim yang jumlahnya tidak sedikit tersebut membentuk perkumpulan pada 1925. Terbentuklah Asosiasi Muslim Finlandia (Finnish Islamic Association). Sayangnya, komunitas ini hanya menerima orang-orang yang berkebangsaan Tatar atau Turki sebagai anggotanya. Jumlah anggota mereka hingga kini diperkirakan mencapai 1.000 Muslim Tatar.

Gelombang imigran yang kebanyakan adalah Muslim terus mengalami peningkatan signifikan pada awal 1990-an. Satu persatu masjid dan organisasi komunitas Muslim bermunculan. Pada 1996, tercetuslah ide dari kelompok-kelompok tersebut untuk bersama-sama membentuk komunitas Muslim baru. Komunitas Muslim modern di Finlandia yang lebih kooperatif dan muncullah nama The Federation of Islamic Organizations in Finland.

Meski kaum minoritas, ada puluhan komunitas Muslim independen yang berdiri di Finlandia. Selain Finnish Islamic Association (milik suku bangsa Tatar) dan The Federation of Islamic Organizations in Finland pada 1987 berdiri pula komunitas Muslim yang menamakan diri mereka The Islamic Society of Finland atau Masyarakat Islam Finlandia. Anggotanya didominasi warga kebangsaan Arab yang menjadi warna negara Finlandia.

Komunitas Muslim tersebut memiliki masjid di daerah Helsinki, Tampere, dan Lahti. Namun, satu-satunya bangunan yang memang didirikan sebagai masjid bukan hanya bangunan alih fungsi, terletak di Jarvenpaa.

Di Helsinki, masyarakat memiliki masjid dan sekolah Alquran. Di daerah yang menjadi ibu kota Finlandia tersebut, saat ini berdiri Helsinki Islamic Center. Lembaga ini beranggotakan 2.000 Muslim. Tidak semua Muslim di Finlandia menjadi anggota resmi suatu komunitas atau kelompok tertentu.

Sebagian besar masjid menggunakan beragam bahasa. Namun, bahasa yang paling umum digunakan adalah bahasa Inggris dan Finlandia. Saat melakukan kegiatan keagamaan di masjid, bahasa Arab yang paling mendominasi.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA