Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Meraih Lailatul Qadar di Masjid An Nuur RS Sari Asih Serang

Ahad 02 Jun 2019 10:35 WIB

Red: Budi Raharjo

Itikaf di Masjid An Nuur Rumah Sakit (RS) Sari Asih Serang.

Itikaf di Masjid An Nuur Rumah Sakit (RS) Sari Asih Serang.

Foto: Humas RS Sari Asih Serang
Sejak 2009 Masjid An Nuur gelar itikaf, kajian Islam, dan menyediakan sahur gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Bulan Ramadhan yang penuh berkah akan segera berakhir. Pada umumnya, menjelang akhir Ramadhan godaan makin tinggi. Mulai menjauh dari masjid dan mendekat ke pusat perbelanjaan, memikirkan kampung halaman, dan sebagainya.

Namun hal tersebut tidak demikian dengan sebagian besar warga di Kota Serang, Banten. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, antusiasme warga yang ingin menjalankan sunnah Rasulullah menjelang akhir Ramadhan justru semakin meningkat.

Sebagian warga memburu aktifitas 10 malam terakhir dengan melakukan itikaf, qiyamul lail serta ibadah lainnya dengan semangat, hal itu dilakukan untuk mencapai lailatul qodar. Semangat ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW “adalah Nabi SAW ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengencangkan sarungnya.” (Muttafaq ‘alaih).    
 
Adalah Masjid An Nuur Rumah Sakit (RS) Sari Asih Serang yang menjadi tujuan warga dalam meraih lailatul qadar. Setiap tahunnya, sejak 2009, masjid megah yang berada dalam kawasan RS Sari Asih Serang ini mengadakan kegiatan itikaf, kajian Islam sebelum qiyamul lail, dan menyediakan sahur secara gratis bagi para jamaah yang hendak mencari Lailatul qadar.

Salah seorang warga yang bekerja di Badan Pusat Statistik Kota Serang, Denny ketika diwawancara menyatakan rutin mengikuti kegiatan ini di Masjd An Nuur RS Sari Asih. Denny tidak sendiri, ia turut mengajak istri dan kedua anaknya yang masih balita.      

“Masjid Sari Asih menjadi tujuan kami karena tempatnya bersih, imam tarawih dan qiyamul lailnya bagus-bagus, prasarananya mendukung, baik buat jamaah pria maupun wanita dan anak-anak,” ujarnya.
 
Ketua DKM Masjid An Nuur yang juga Direktur RS Sari Asih Serang, dr Yahmin Setiawan tidak ketinggalan turut berbaur dengan warga untuk menggapai lailatul qadar. Bahkan selaku Direktur, beliau menginstruksikan kepada para karyawan RS Sari Asih Serang, yang terdiri dari dokter, perawat dan staf lainnya untuk ikut mengisi 10 malam terkahir Ramadhan agar meraih lailatul qadar.

“Alhamdulillah, surat yang saya edarkan ke setiap karyawan di RS Sari Asih Serang dapat dijalankan. Caranya adalah kami membagi waktu untuk tiap-tiap unit bergantian mengikutinya. Setiap karyawan dan para dokter minimal wajib mengikuti 2 kali,” ujarnya kepada Republika. Kebijakan ini ditempuh agar seluruh karyawan dapat meningkatkan semangat kerja dan hasil kinerja yang semakin baik.
 
Secara terpisah, takmir masjid Ustaz Asmari mengatakan sedikitnya ada 400 orang yang mengikuti kegiatan itikaf di masjid An Nuur Sari Asih setiap hari. Terutama di malam ganjil, bisa mencapai 500 orang yang terdiri dari jamaah pria dan jamaah wanita.

“Alhamdulillah, pada malam ke-27, banyak jamaah baik karyawan maupun warga di Kota Serang yang itikaf di sini, dan jumlahnya sekitar 500 jamaah yang terlihat dari absensi,” katanya.
 
Kebersamaan di antara warga dengan para karyawan RS Sari Asih Serang yang berbaur di masjid An Nuur, merupakan wujud kebersamaan yang bukan hanya meraih lailatul qadar. Semangat kebersamaan dalam wujud persatuan yang dilandasi teladan dari akhlak yang mulia Nabi Muhammad SAW. Semoga kegiatan ini dapat diikuti oleh instansi-instansi lainnya di seluruh penjuru negeri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA