Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Filipina Belajar Pendidikan Madrasah ke Indonesia

Senin 17 Jun 2019 11:13 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Madrasah (ilustrasi)

Madrasah (ilustrasi)

Foto: blogspot.com
Kemenag menerima delegasi Filipina yang hendak belajar seputar madrasah di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendidikan madrasah di Indonesia mulai menjadi rujukan dan tempat belajar bagi dunia Internasional. Sebagai contoh, pada Senin (17/6), Kementerian Agama (Kemenag) menerima delegasi Filipina yang ingin mengetahui lebih dalam pengelolaan pendidikan madrasah di Indonesia.

Baca Juga

"Terima kasih kepada Pak Sekjen dan Kementerian Agama yang telah menerima kehadiran kami. Tujuan kami ke Indonesia untuk memahami sistem pendidikan madrasah di Indonesia dalam kerangka regulasi," kata perwakilan delegasi Filipina Ahmed Abdullah, saat berkunjung ke kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin (17/06).

"Kami ingin belajar di Indonesia demi baiknya sistem pendidikan di Filipina. Kita juga ingin melihat praktek terbaik pendidikan madrasah di Indonesia, tentang management dan unsur pengembangan madrasah," tambahnya.

Ahmed dan delegasi Filipina berharap mendapat pembelajaran, tentang sistem madrasah yang terintegrasi dengan pendidikan di Filipina. "Dan juga kami ingin menjelajahi pendidikan madrasah dan percontohan untuk meningkatkan pendidikan di Filipina. Selama kunjungan ini kami ingin belajar banyak di Indonesia," tegas Ahmed.

photo
Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) menerima delegasi asal Filipina di kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat nomor 3-4, Jakarta Pusat, Senin (17/6). (Dok. Kemenag.go.id)

Sebelumnya, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, menyampaikan bahwa kajian di Madrasah atau lembaga di Pesantren, bisa sebagai satuan pendidikan dan bisa juga sebagai penyelenggara pendidikan. Kedua peran itu berujung pada upaya mengawal moderasi beragama di Indonesia.

"Di madrasah akan diajarkan fiqh, Alquran hadis, aqidah akhlak, sejarah kebudayaan Islam, bahasa Arab. Ini menjadi alasan kita ajarkan bagi anak madrasah rumpun ilmu, sebagai ciri pembeda dari sekolah umum," kata M Nur Kholis.

"Mudahan-mudahan kunjungan ini bisa menambah informasi dan menjadi oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke tempat bapak ibu sekalian," tutupnya.

Usai pertemuan Delegasi Filipina, Sekjen Kemenag M Nur Kholis beserta jajajan Ditjen Pendis dan Direktorat KSKK berfoto bersama di depan gedung Kementerian Agama.

sumber : kemenag.go.id
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA