REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI memperkenalkan platform ELIPSKI (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital dalam Cairo International Book Fair ke-57 di Mesir.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Lubenah Amir mengatakan keikutsertaan Kemenag dalam pameran buku internasional tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keagamaan.
“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Lubenah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, literasi keagamaan yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual dapat tumbuh melalui akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan dengan perkembangan zaman.“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti Cairo Internasional Book Fair (CIBF),”kata dia.
Menurut dia, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak. Kehadiran Indonesia di pameran buku tersebut, lanjutnya, membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,”ujar dia.




