Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Gus Mus: Semoga Polisi Diberi Kekuatan, Profesional, Ikhlas

Rabu 22 Mei 2019 13:43 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Penyair yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang, Jateng, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) membacakan puisi saat acara 'Doa untuk Palestina' di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (24/8).

Penyair yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang, Jateng, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) membacakan puisi saat acara 'Doa untuk Palestina' di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (24/8).

Foto: Antara/Zarqoni Maksum
Gus Mus meminta masyarakat mengapresiasi kinerja kepolisian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Mustofa Bisri, meminta semua pihak untuk mengapresiasi kinerja kepolisian. 

Kepolisian Indonesia, menurut Gus Mus, telah bekerja dengan profesional dalam tugas penting yakni penjagaan keamanan, ketertiban, dan penegakkan hukum.

Baca Juga

Polisi yang bekerja profesional, melaksanakan tugas dengan benar, konsekuen, dan ikhlas, kata Gus Mus, tidak hanya mendapatkan gaji di dunia, tetapi juga pahala di akhirat nanti.

“Kepolisian melaksanakan tugasnya dengan profesional, dengan ikhlas akan benar-benar disebut kawan, pengayom, pelindung masyarakat,” kata Gus Mus, begitu akrab disapa, dalam keterangannya kepada Republika.co.id di Jakarta, Rabu (22/5).

Dengan bekerja profesional dan ikhlas, hal itu akan membuat rakyat merasa aman dan tenteram karena adanya polisi. Karena itu dia berharap jajaran kepolisian agar diberi kekuatan Allah SWT dalam melaksanakan tugasnya.

“Kepolisian di semua jajarannya, terutama di kalangan pemimpinnya, semoga diberi kekuatan oleh Allah untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, profesional, dan ikhlas,” kata kiai yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Mewujudkan profesional dan keihklasan, kata Gus Mus, polisi tidak terpengaruh dengan situasi gaduh yang ditimbulkan dunia politik di Indonesia. 

Dia mengimbau kepolisian untuk tetap fokus bekerja sesuai amanat utama, yaitu menjaga ketertiban masyarakat dan penegakan hukum. “Tetap konsentrasi dengan tugas utamanya yang mulia yaitu menjaga ketertiban, keamanan, dan penegakan hukum di negeri ini,” ujar Gus Mus.

Di sisi lain, segala hal yang dianggap tidak mengenakkan kepolisian karena kegaduhan politik, lanjut Gus Mus, jangan menganggu keprofesionalan kepolisian dalam menjalankan tugasnya. 

Sebab, polisi yang bekerja profesional akan membuat masyarakat bukan merasa dikawani, dilayani, dan dilindungi polisi, tetapi akan turut mendoakan polisi agar mendapatkan dukungan, bimbingan, taufik dan hidayah Allah.

Gus Mus mendukung secara moral kerja kepolisian di lapangan. Dia mendoakan aparat kepolisian agar diberikan keselamatan dalam menunaikan tugas. Dia juga berharap keluarga anggota kepolisian tetap tabah dan melepas anggota keluarganya untuk tetap lancar menjalankan tugas. “Selamat bertugas, selamat bekerja untuk negeri ini,” kata Gus Mus mendoakan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA