Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Agar Mudah Menghafal Alquran

Sabtu 11 May 2019 20:20 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Agung Sasongko

Yusuf Mansur

Yusuf Mansur

Foto: Republika
Menghafal Alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Darul Quran Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan, alquran ">meng hafal alquran bisa dilakukan kapan pun, bahkan di tengah kesibukan bekerja.

Baca Juga

"Cara menghafal Alquran bagi orang-orang sibuk yang setiap hari kerja dari pagi sampai malam, cukup dengan one day one ayat atau satu hari satu ayat. Nggak usah dihafalin banget juga, baca saja yang banyak satu ayat itu berulang, lagi dan lagi, terus dan terus," ujar Ustaz Yusuf Mansyur.

Agar semakin hafal, ayat ter sebut bisa pula dibaca saat shalat wajib ataupun sunah, termasuk ketika menjadi imam shalat. Kemudian menjelang tidur, kata dia, ulangi kembali ayat yang sudah dihafal dan yang baru di hafal. Selanjutnya, bentuk komunitas menghafal Alquran.

"Jangan menghafal sendiri. Jadi, bisa tukar-tukar peran, setor-setoran hafalan. Saling baca satu sama lain, saling menyimak satu sama lain, yang paling efektif, komunitas itu ya keluarga bareng-bareng menghafal satu hari satu ayat," ujar pria yang akrab disapa Ustaz YM itu.

Ia mengingatkan, jangan lupa saat menghafal Alquran, niatkan untuk menghafal 30 juz. Harapannya supaya saat kita meninggal tetap mendapat pahala seolah hafal 30 juz, meski sebenarnya baru hafal 5 juz.

"Ini sama seperti orang yang dari Ashar sudah niat mau shalat malam, eh Maghribnya meninggal, maka amal terakhirnya yang tercatat adalah shalat malam meski belum terlaksana," ujarnya.

Jika menghafal satu hari satu ayat masih terasa berat, Ustaz YM menuturkan, menghafal bisa dilakukan dengan satu pekan satu ayat. Cara tersebut bisa dipi lih asalkan rutin dijalankan. Sambil menghafal, lanjutnya, jangan lupa menadaburi makna berbagai ayat dalam Alquran.

"Di lihat-lihat terjemahannya, dibaca sambil ditulis atau dicatat yang ditemui, yang diperhatikan, yang didapat, dan yang digali, maupun yang tergali. Jadi, tam bah kuat hafalannya," kata Ustaz YM.

Dia menambahkan, menghafal Alquran perlu niat, tetapi jangan cuma menghafal untuk diri sendiri. Niatkan agar seba nyak mungkin orang di bumi juga hafal Alquran.

"Sehingga ketika kita meninggal dunia, seakan satu bumi sudah hafal Alquran. Itu pahala kekuatan niat," tuturnya. Dia menjelaskan, memulai sua tu kegiatan baik, seperti meng hafal Alquran, memang berat. Apalagi, bila kita tidak terbiasa atau belum pernah mela ku kannya sama sekali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA