Sabtu 04 May 2019 13:52 WIB

Masjid di Riyadh Sampaikan Khutbah dalam Bahasa Inggris

Banyak mualaf dan non-Muslim ekspatriat yang mendengarkan khutbah di masjid Riyadh.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Masjid
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Selain menyambut kaum Muslim untuk menggelar shalat Jumat, ada yang unik di Masjid Al-Maidani yang terletak di distrik Al-Wurud di Riyadh, Arab Saudi. Masjid ini juga menyampaikan khutbah dalam bahasa Inggris.

Khatib shalat Jumat setiap pekan Mohammed Abu Shaban mengatakan jamaah yang merupakan ekspatriat meminta terjemahan bahasa Inggris. Ia mengatakan pengelola masjid memulai terjemahan tersebut lebih dari 10 tahun yang lalu.

Baca Juga

Penerjemahan khutbah dalam bahasa Inggris bekerja sama dengan Imam Abdus Salam, yang mengatur sesi ini dengan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan. Penerjemahan ditujukan bagi jamaah yang berbicara non-Arab.

"Pada awalnya, kami mulai dengan sesi di masjid, lalu kami segera meluncurkan saluran Youtube kami, dan kemudian kami menyiarkannya. Siapa pun dapat mencari video kami," kata Abu Shaban, dilansir di Arab News, Sabtu (4/5).

 

Abu Shaban sendiri berasal dari Australia. Ia menekankan Arab Saudi memiliki tugas sebagai negara Islam untuk membantu warga mendapat manfaat mendengarkan khutbah Jumat. Ia juga mendorong masjid lain menerapkan hal serupa. Tujuannya, tentu memberikan manfaat semaksimal mungkin bagi penutur non-Arab.

"Karena itu adalah tugas kami menyediakannya bagi seluruh komunitas Muslim. Syukurlah, kementerian sepenuhnya mendukung dan mempromosikannya. Setidaknya itulah yang bisa kami tawarkan kepada sesama Muslim," katanya.

Abu Shaban mencatat ada sejumlah besar orang yang tidak berbicara dan mengerti bahasa Arab di Kerajaan Saudi. Karenanya, mereka akan mendapat manfaat dari adanya terjemahan itu.

Selama bertahun-tahun, tidak hanya Muslim saja yang datang ke masjid ini, namun juga sejumlah non-Muslim. Bahkan menurutnya, setiap beberapa bulan ada yang baru memeluk Islam.

Hal itu menurutnya merupakan keberkahan yang mendorongnya melanjutkan sesi terjemahan bahasa asing ini. Tentunya, hal itu untuk menyampaikan ajaran Islam kepada para mualaf.

Volker Enders, seorang warga negara Jerman yang memeluk Islam dan menghadiri sesi itu, mengatakan ia tahu tentang sesi ini dari seorang kolega yang membawanya ke sana. Ia lantas diperkenalkan pada khutbah bahasa Inggris.

"Ini sangat bermanfaat bagi saya, dan saya juga menghadiri kuliah bahasa Inggris di Masjid Raja Khalid setiap Selasa," kata Enders.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement