Kamis 02 May 2019 15:00 WIB

Abdel Wahed El-Wakil Tonjolkan Warisan Dunia Islam

El-Wakil juga membangun lima masjid lain di Kota Jeddah

Pekerja mengerjakan pembangunan masjid. (ilustrasi)
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Pekerja mengerjakan pembangunan masjid. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, Abdel Wahed el-Wakil selalu menonjolkan kekayaan warisan dunia Islam dalam setiap rancangannya. Pada sebagian besar rancangannya, el-Wakil menutup permukaan batu bata dengan plester putih.

Namun, pada beberapa bangunan, ia menggunakan granit. Pada masjid, biasanya ia membiarkan bagian kubah tanpa pelapis dan hanya menutupnya dengan warna cokelat. Penggunaan beton bertulang terbatas pada unsur-unsur tertentu, utamanya fondasi dan langit-langit.

Baca Juga

Selain masjid besar, empat masjid kecil yang dirancang el-Wakil juga memiliki keunikan tersendiri dan tetap menggunakan bahan-bahan lokal. Contohnya, Masjid Chornice di Jeddah. Secara teknologi, masjid ini mencerminkan tingginya kebudayaan Mesir.

Dinding terbuat dari batu bata berlapis  plester dan dicat dengan warna perunggu tua. Selain Masjid Corniche, tiga masjid kecil lain yang dirancang el-Wakil di Jeddah adalah Masjid Island, Masjid Ruwais, dan Masjid Abraj. Masjid-masjid itu dibangun sebagai bagian dari program pengembangan New Jeddah.

 

El-Wakil juga membangun lima masjid lain di Kota Jeddah, yaitu Masjid Suleiman, Masjid Harithy, Masjid Aziziyah, Masjid Jufalli, dan Masjid King Saud. Kelima masjid ini berukuran lebih besar dibanding empat masjid yang dibangun sebelumnya. Masjid King Saud adalah salah satu rancangan monumental yang kubahnya tersusun dari batu bata  berdiameter 20 meter dengan titik tertinggi 40 meter.

Masjid-masjid yang dirancang el-Wakil di Arab Saudi tidak hanya berlokasi di dekat garis pantai atau di tengah kota, tetapi juga di daerah-daerah yang memiliki nilai religius dan sejarah tinggi. Contohnya, el-Wakil merancang ulang Masjid Quba, yakni masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. El-Wakil membangun kembali masjid pertama tersebut dengan desain baru yang memiliki empat menara.

Masjid kedua yang didesain ulang oleh el-Wakil di tempat bersejarah adalah Masjid Qiblatain. Ia juga merancang ulang Masjid Miqat atau Masjid Bir Ali di Madinah. Terbaru, el-Wakil merancang dua masjid  di Makkah, yaitu Masjid Bilal dan Masjid Hafayer.

sumber : Mozaik Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement