Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Sekilas tentang Pelayaran Laksamana Cheng Ho

Senin 01 Apr 2019 22:23 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Patung Laksamana Cheng Ho

Patung Laksamana Cheng Ho

Foto: Antara
Cheng Ho juga singgah di Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi kerajaan-kerajaan di Nusantara, kedatangan Cheng Ho dikenang antara lain melalui pendirian sejumlah bangunan berarsitektur Cina. Malahan, sampai hari ini cukup banyak masjid yang dinamakan sebagai masjid "cheng ho." Demikianlah sosok ini dihormati di Tanah Air. Pada faktanya, Cheng Ho juga gemar mengutamakan sikap ramah dalam diplomasi. Dia selalu membawa persembahan sebagai hadiah dari kaisar Ming untuk para penguasa setempat di Nusantara.

Baca Juga

Sebagai Muslim yang taat, Cheng Ho juga memanfaatkan ekspedisi besar ini untuk menyebarkan dakwah Islam. Tujuan itu tidak bertentangan dengan maksud diplomasi sang kaisar yang ingin menunjukkan karakteristik bineka Dinasti Ming. Agama-agama bebas berkembang di negeri Cina pada masa itu selama mengakui kepemimpinan kaisar. Tidak sedikit ulama atau awak kapal Muslim yang disertakan Cheng Ho dalam pelayarannya. Beberapa nama di antaranya adalah Ma Huan, Guo Chongli, Hasan, Sha'ban, dan Pu Heri.

Dua orang yang tersebut di awal merupakan ahli bahasa Arab dan Persia. Tugasnya sebagai penerjemah dan penasihat Cheng Ho di bidang kebudayaan. Seperti disebutkan Kong Yuanzhi dalam risalahnya, Ma Huan bahkan menulis buku berjudul Ying Ya Sheng Lan ('Pemandangan Indah di Seberang Samudra') saat mengikuti ekspedisi ini. Dari buku tersebut, para sejarawan mengetahui, dakwah Islam yang dilakukan Cheng Ho cukup mendominasi aktivitas diplomatiknya. Adapun Hasan merupakan seorang ulama asal Masjid Yang Shi di Xi'an, Provinsi Shan Xi.

Pada 1413, Cheng Ho meminta Hasan turut serta dalam pelayarannya yang keempat mengarungi Samudra Hindia. Itu setelah Cheng Ho merenovasi Masjid Yang Shi atas izin sang kaisar. Di atas kapal, Hasan menjadi imam shalat dan memimpin pengurusan jenazah awak kapal yang wafat dalam perjalanan. Di negeri-negeri yang disinggahi armada Cheng Ho, Hasan berperan sebagai ulama-diplomat yang mempererat jalinan persahabatan Dinasti Ming dengan para penguasa Muslim setempat.

Dua sosok lainnya, yakni Sha'ban dan Pu Heri, masing-masing merupakan Muslim asal India dan Cina daratan. Sha'ban ikut serta dalam pelayaran Cheng Ho yang ketujuh, sedangkan Pu Heri ikut yang ketiga.

Negeri-negeri yang disinggahi Cheng Ho antara lain Jawa, Malaya, Brunei, Filipina, Bangladesh, India, Persia, Yaman, Oman, Somalia, Kenya, Arab, dan Mesir. Dalam pelayarannya yang ketujuh, armadanya berlabuh di Jeddah.

Bersama tujuh orang penerjemah Muslim, Cheng Ho kemudian memasuki Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dengan tangannya sendiri, dia menggambar di atas gulungan kertas sketsa Ka'bah dan aktivitas warga setempat. Hasil pengamatannya ini kemudian dibawa ke Nanjing untuk ditunjukkan kepada sang kaisar.

Metode observasi dan pencatatan demikian merupakan prosedur standar selama dua dasawarsa lebih periode ekspedisi Cheng Ho. Di samping itu, sejumlah pendampingnya juga menulis sendiri buku catatan perjalanan. Misalnya, karya Ma Huan yang telah disebutkan di atas, Xing Cha Seng Lan ('Pemandangan Indah Sepanjang Pelayaran') karya Fei Xin, dan Xi Yang Fan Guo Zhi ('Negeri-negeri Pesisir Pasifik dan Samudra Hindia') karya Gong Zhen.

Pada 1433, Cheng Ho wafat di Calicut, India.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA