Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

PWNU NTB Minta Provokasi di Media Sosial Dihentikan

Senin 25 Mar 2019 14:32 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi / Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Media Sosial

Ilustrasi Media Sosial

Foto: pixabay
Provokasi di media sosial hanya akan merugikan sesama bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak masyarakat NTB tidak terpancing provokasi. 

Baca Juga

Ketua PWNU NTB, Masnun Tahir, mengatakan saat ini marak provokasi berupa ujaran kebencian dan fitnah di media sosial yang mengadu domba kelompok satu dengan kelompok lainnya. 

Masnun meminta kepada siapa pun yang melakukan hal tersebut menghentikan aktivitas provokasi. 

"Pemilik akun-akun provaktif agar menghentikan aktivitas provokatif, menertibkan anggotanya dengan menyaring penyebaran ungkapan provokatif dan bila perlu menutup akun-akun tersebut," ujar Masnun dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id di Mataram, NTB, Ahad (24/3). 

Masnun mengimbau aparat kepolisian melakukan langkah-langkah pencegahan  dan dapat mengambil tindakan-tindakan hukum sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dengan menganut asas praduga tidak bersalah. 

Masnun mengajak seluruh masyarakat NTB mewujudkan suasana demokrasi menghadapi Pemilu 2019 dalam suasana menyenangkan, aman, nyaman, riang gembira, dan mendidik masyarakat dengan suasana kebersamaan dan persaudaraan sebagai ummat seagama, sebangsa, setanah air, dan sebagai sesama  manusia yang berakhlak dan berbudaya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA