Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Kata Kafir Disebut 525 Kali dalam Alquran

Ahad 03 Mar 2019 23:42 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan masyarakat, Muhammad Cholil Nafis

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan masyarakat, Muhammad Cholil Nafis

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Kata kafir dalam Islam memiliki makna yang bermacam-macam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH CholilNafis menjelaskan tentang istilah kafir yang kini tengah ramai diperbincangkan. Perbincangan tentang istilah kafir muncul setelah Bahtsul Masail NU memutuskan untuk tidak menggunakan istilah tersebut bagi non-Muslim di Indonesia. Kiai Cholil mengungkapkan, kata kafir setidaknya disebut sebanyak 525 kali dalam Alquran dan memiliki makna bermacam-macam.

"Ada 525 kata kafir dalam Alquran yang bermakna; pertama, enggan mengakui keesaan Allah, risalah Rasul-Nya dan hari kemudian," ujar KH Cholil kepada Republika.co.id melalui pesan tertulis, Ahad (3/3).

Kedua, lanjut dia, kata kafir juga bermakna tidak bersyukur. Ketiga, bermakna menutupi dirinya dan orang lain dari Allah. Keempat, beriman tetapi tidak mengerjakan tuntunan Islam. Keenam, menjadikan agama sebagai permainan.

Baca Juga

"Kalau dalam aqidah Islam yang ada dalam Alquran hanya mengenal kata dan istilah Muslim, kafir, musyrik. Adapun orang Muslim yang keluar dari Islam disebut murtad. Begitu yang saya ketahui," ucap KH Cholil.

Dia mengatakan, dalam konteks negara Indonesia sendiri hanya dikenal adanya istilah warga negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Namun, menurut dia, jikapun ingin menyebut orang yang tak beriman kepada Allah hendaknya tidak untuk mendiskriminasikannya.

"Sama-sama tidak baik jika takut menyebut orang yang tak beriman kepada Allah SWT dengan nama kafir, demikian juga orang yang terlalu berani menyebut kafir kepada setiap orang yang tak sependapat dengan pahamnya," katanya. "Katakan kafir kepada yang tak beriman kepada Allah SWT di negeri ini tanpa harus merendahkan, mengancam dan mendiskriminasinya dalam bernegara," tambahnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA