Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Rumah Zakat Dampingi Usaha Kecil di Madiun

Selasa 26 Feb 2019 03:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Rumah Zakat memberikan pendampingan usaha warga Madiun.

Rumah Zakat memberikan pendampingan usaha warga Madiun.

Foto: dok. Rumah Zakat
Rumah Zakat membantu pengemasan produk.

REPUBLIKA.CO.ID,MADIUN -- Fasilitator Rumah Zakat di Desa Kwangsen melakukan kunjungan ke warga binaan dan 1 orang calon penerima manfaat untuk program pemberdayaan ekonomi. Kunjungan ini adalah bagian dari pendapingan usaha untuk para penerima manfaat program Rumah Zakat.

Baca Juga

Kunjungan yang pertama adalah ke Tatik yang memproduksi sambel pecel khas Madiun dengan merk Yu Tik. Tatik menerima bantuan modal usaha dari Rumah Zakat dan juga bantuan peningkatan produk yaitu label. 

Awalnya pengemasan produk Tatik hanya di beri label kertas fotokopi saja. Setelah ada bantuan Rumah Zakat labelnya menjadi full colour dengan desain yang bagus dari bahan stiker. 

"Namun masih banyak yang ndak percaya itu produk saya, khawatir palsu," kata Tatik.

Kunjungan kedua adalah ke Antika yang memproduksi keripik tempe bulat merk Naufalyn. Antika sudah menerima bantuan pemasaran (baner) dan peningkatan produk (label) dari rumah Zakat. 

Berbeda dengan Tatik, keripik tempe bulat mbak Antika awalnya memang tanpa label. Setelah menggunakan label bantuan dari Rumah Zakat diakui omsetnya semakin meningkat. Bahkan sudah beberapa kali mencetak sendiri label produk. 

Sehari rata-rata bisa terjual 25 hingga 30 bungkus kemasan 5 ribuan dan bisa lebih jika ada pesanan untuk bawaan orang "nyumbang" temanten. Bisa 500 bungkus sekali pesan.

Ke depan Antika berharap bisa meningkatkan kapasitas produksi. Dia juga sudah mengajukan bantuan alat usaha berupa wajan yang lebih besar ke Rumah Zakat.

Kunjungan ketiga adalah mengunjungi calon penerima manfaat (PM) yaitu Ida. Ida adalah seorang gadis yang bersemangat untuk mandiri sepeninggal ibunya. Dia ingin melanjutkan usaha ibunya yaitu produksi kerupuk kuda lumping. 

Saat ini pemasaran masih seadanya di beberapa warung dan dengan kemasan plastik kecil. Fasilitator Desa Berdaya menawarkan mbak Ida untuk ikut bergabung dengan kegiatan Rumah Zakat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA