Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Daarul Qur'an Kembangkan Penggilingan Padi Mandiri

Kamis 13 Dec 2018 11:09 WIB

Red: Agung Sasongko

Daarul Qur’an meresmikan penggilingan padi mandiri di pesantren tahfizh camp putri Daarul Qur’an yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (11/12).

Daarul Qur’an meresmikan penggilingan padi mandiri di pesantren tahfizh camp putri Daarul Qur’an yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (11/12).

Foto: Dok PPPA Daarul Quran
kehadiran mesin penggilingan padi ini dapat meningkatkan produksi beras.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Daarul Qur’an meresmikan penggilingan padi mandiri di pesantren tahfizh camp putri Daarul Qur’an yang berlokasi di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (11/12). Mesin penggilingan padi berkapasitas 500 kg dalam sehari ini nantinya akan memproduksi beras yang dihasilkan dari sawah garapan Daqu Agrotechno serta para petani mitranya.

Ustaz Tarmizi Ashidiq, Ketua Daarul Qur’an, yang hadir dalam peresmian berharap kehadiran mesin penggilingan padi ini dapat meningkatkan produksi beras yang dihasilkan Daqu Agrotechno untuk memenuhi kebutuhan pangan di Pesantren Daqu.

“Setiap bulannya Pesantren Daqu di Ketapang, Cikarang dan Sukabumi membutuhkan beras sebanyak 14 ton yang selama ini dipenuhi Daqu Agrotechno. Semoga dengan adanya mesin ini semakin meningkatkan produksi beras untuk memenuhi kebutuhan di pesantren lainnya,” ujar Tarmizi dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (13/12).

Sementara itu ustaz Anwar Sani yang juga ikut dalam peresmian ini mengatakan, mesin penggilingan padi ini menjadi ikhtiar Daarul Qur’an dalam menumbuhkan kemandirian ekonomi pesantren selain juga bisa menjadi manfaat bagi para petani yang berada di sekitar pesantren.

“Kami juga ingin berperan dan bermanfaat bagi dunia pertanian di Indonesia. Dengan adanya penggilingan padi ini kita harap para petani mitra dan yang berada di sekitar pesantren mendapat ketenangan dalam memasarkan hasil taninya,” ujar Anwar Sani.

Pengolahan padi ini nantinya akan dikelola langsung oleh Daqu Agrotechno, unit Daarul Qur’an yang mengelola sejumlah hasil tani dan kebun seperti jamur tiram dan produk turunannya seperti baso jamur dan sosis jamur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA