Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

6 Dokter Spesialis Lanjutkan Misi Kemanusiaan Dompet Dhuafa

Senin 10 Des 2018 14:47 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa

Pelayanan kesehatan bukan sekadar bersifat transaksional tapi kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dompet Dhuafa menggelar kegiatan program Beasiswa Dokter Spesialis. Acara yang ini mengambil tema "Berkhidmat untuk Kemanusiaan" ini diikuti enam dokter spesialis.

Enam dokter spesialis yang telah selesai mengikuti program ini yaitu dr. Herman Bagus Trianto, Sp.PD; dr. Rini Yolanda, Sp.B; dr. Ocsyavina, Sp.B; dr. Jufrialdy, Sp.B; dr. Neneng Arie  Komariah, Sp.A; dan dr. Singgih  Prasetyo Nugroho, Sp.OG.

Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan Muhammad Syafi'ie mengingatkan tentang peran  penting dokter pada sejarah peradaban Islam. Dalam masa kejayaan Islam, dokter Muslim Abu Bakar Muhammad Ar Razi telah memberi sumbangsih besar pada dunia medis.

"Ada 200 judul buku di bidang kedokteran telah dibuat padahal Eropa masih ada pada zaman kegelapan,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Senin (10/12).

Selain itu juga Syafi'ie berpesan agar penerima manfaat senantiasa melakukan pengembangan kapasitas diri. Tugas seorang dokter menurutnya, adalah melayani namun tak cukup disitu.

Seorang dokter juga harus selalu mengembangkan kapasitas. Apalagi di tengah hegemoni kapitalisme, di mana pelayanan kesehatan semakin bersifat transaksional.

"Dokter dituntut menghadirkan konsep manajemen rumah sakit terbaik bagi masyarakat dengan pelayanan yang memanusiakan, bukan sekadar pelayanan transaksional,” ucapnya.

Senada dengan Syafi'ie, GM Sekolah Kepemimpinan Bangsa Purwo Udiutomo juga mengingatkan agar penerima manfaat senantiasa memberi kontribusi dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Sumpah dokter sudah menguatkan peran membaktikan hidup untuk kemanusiaan.

"Karenanya  dokter sudah sepatutnya berkhidmat untuk kemanusiaan. Memberi kontribusi dan  kebermanfaatan untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Sedangkan Ihsan Satria dari Dompet Dhuafa Medika berharap program beasiswa  ini dapat berdampak bagi masyarakat. Adanya program Beasiswa Dokter Spesialis ini diharapkan dapat memperluas kebermanfatan Dompet Dhuafa pada masyarakat.

Adapun dari perwakilan penerima manfaat, dr. Herman Bagus, Sp.PD menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih dengan adanya program Beasiswa Dokter Spesialis. “Saya sangat bersyukur bisa mengikuti program Beasiswa Dokter Spesialis ini. Kita tahu pendidikan spesialis ini kan sudah sangat berat, namun dengan adanya beasiswa ini kami tidak harus memikirkan soal finansial. Sehingga kami bisa fokus belajar, mengemban tugas dan lulus tepat waktu," kata Herman.

Beasiswa Dokter Spesialis diinisiasi Dompet Dhuafa sejak tahun 2014. Hadirnya  beasiswa ini tak lepas dari kebutuhan akan Dokter Spesialis yang sesuai dengan misi-misi kemanusiaan Dompet Dhuafa.

Program Beasiswa Dokter Spesialis pun diakhiri dengan prosesi serah terima program dari Divisi Pendidikan ke Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa. Hal ini menandai bahwa program ini merupakan langkah pembuka penerima manfaat untuk melanjutkan misi-misi kemanusiaannya bersama Dompet Dhuafa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA