Ahad 02 Dec 2018 18:49 WIB

Sumur Global Wakaf Terinspirasi dari Wakaf Ustman bin Affan

Sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY.

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Dwi Murdaningsih
Pembangunan sumur bor dari program Wakaf Sumur milik Aksi Cepat  Tanggap (ACT) DIY di Dusun Karangmojo, Desa Grogol, Kecamatan Paliyan,  Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Foto: ACT
Pembangunan sumur bor dari program Wakaf Sumur milik Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY di Dusun Karangmojo, Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Global wakaf akan membangun sumur wakaf di seluruh Indonesia. Saat ini  telah menjangkau 19 provinsi dengan total 168 desa di 80 Kabupaten/Kota. Sekitar 190-an Sumur wakaf  yang dibangun mengaliri kebaikan bagisekitar 270.000-an penerima manfaat.

“Insya Allah ikhtiar akan terus dilakukan Global Wakaf dalam memproduktifkan Sumur Wakaf sebagaimana halnya Sumur Wakaf Utsman. Dengan pengelolaan yang profesional, Sumur Wakaf akan mengalirkan manfaat yang tak kan terputus,” kata Head ofPartnership  ACT DIY Bagus Suryanto.

Sudah lebih 1.400 tahun berlalu, namun keberkahan sumur yang diwakafkan oleh Utsman bin Affan masih dimanfaatkan oleh masyarakat Madinah hingga saat ini. Bahkan, hasil pengelolaan sumur itu terus dapat dirasakan oleh fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini.

Cerita dari  sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun berubah menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf saat ini. Salah satunya Global Wakaf. Berbekal semangat memproduktifkan aset-aset wakaf untuk kepentingan umat si DIY sampai akhir November 2018 sudah ada 15 sumur wakaf yang dibangun Global Wakaf–ACT DIY .

Sigit Purnomo selaku tokoh masyarakat di Dusun Rejosari menyampaikan di dusun Rejosari sendiri sebelumnya sudah ada 2 sumur bor yang coba dibangun untuk mengatasi kekeringan warga. Hanya saja kedua sumur tersebut tidak memiliki sumber mata air yang bagus sehingga hanya cukup untuk dimanfaatkan sekitar 4-5 Kepala Keluarga saja.

"Alhamdulillah debit air dari sumur yang dibangun Global Wakaf-ACT DIY ini sangat melimpah, diujicobakan untuk masyarakat selama lebih darienam jam masih bagus. Padahal semula di dusun ini cukup susah sumbermata airnya," kata dia.

Penanggung jawab pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Rejosari  KharisPradana mengatakan program pembangunan Sumur Wakaf ini akan menjadisolusi jangka panjang permasalahan kekeringan di Gunungkidul. “Sekarang sudah ada 15 Sumur Wakaf yang dibangun, dan Gedangsari adalah sumur wakaf ke 13 dibangun di Kabupaten Gunungkidul. Walaupun di sebagian tempat sudah turun hujan, tapi globa lwakaf ACT akan terus membangun sumur wakaf agar masyarakat tidak kekurangan air bersih lagi ketika terjadi kemarau,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement