Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

World Zakat Forum 2018 Angkat Isu Kemitraan untuk Umat

Kamis 29 Nov 2018 15:39 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Konferensi pers World Zakat Forum (WZF) yang akan menggelar International Conference 2018 yang digelar di Melaka.

Konferensi pers World Zakat Forum (WZF) yang akan menggelar International Conference 2018 yang digelar di Melaka.

Foto: baznas
Zakat dapat menjadi modal bagi dunia Islam untuk melepaskan diri dari ketergantungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum zakat Dunia, world zakat forum (WZF) akan menggelar International Conference 2018 yang digelar di Melaka, Malaysia pada 5-6 Desember 2018. Isu utama yang diangkat adalah mendorong penguatan kerja sama antarorganisasi pengelola zakat di dunia untuk mewujudkan kesejahteraan umat.

Sekretaris Jenderal WZF Bambang Sudibyo mengatakan gerakan zakat global dapat mengambil peran penting  dengan mendistribusikan dan memberikan bantuan bagi mereka yang kurang mampu baik secara finansial maupun non-finansial.

"Dunia Islam akhir-akhir ini menghadapi masalah kompleks serta tantangan yang datang dari internal dan eksternal seperti stigma dan stereotip negatif mengenai berbagai masalah menyebabkan  muslim menjadi korban diskriminasi dan tekanan. Dari internal, di antara sesama muslim, banyak yang minim kepedulian kepada muslim yang kurang mampu," katanya.

Fakta yang terjadi, kemiskinan di dunia ditemukan di banyak negara-negara muslim. Hal ini secara langsung maupun tidak langsungmelemahkan posisi dunia muslim. Hal ini diperburuk dengan keterbelakangan di sektor pendidikan, sains dan teknologi, ditambah kapasitas sumber daya manusia yang lebih lemah.

"Sebagai bagian untuk menjawab berbagai masalah tersebut, kehadiran zakat seharusnya dapat menjadi modal strategis bagi dunia Islam untuk melepaskan diri dari ketergantungan jangka panjang dari negara-negara barat atau dari belahan bumi utara yang menjadi perpanjangan tangan kolonialisasi wajah baru," katanya.

Menurut dia, kebangkitan dunia muslim harus dimulai dari keberhasilan menyelesaikan masalah umat secara mandiri, mandiri di antara dunia muslim sendiri dengan cara memperkuat peran zakat sebagai 'senjata sosial-ekonomi' untuk digunakan dalam menghadapi kapitalisme dan liberalisme.

Penggunaan zakat harus memiliki arti strategis untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan), kolaborasi, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa mjslim untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, gerakan zakat global juga dapat mendukung pengembangan aspek dasar manusia, seperti sektor kesehatan dan pendidikan.

Berbagai tema akan dibahas, seperti Kerangka Peraturan dan Kelembagaan Zakat, Tujuan Zakat dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Penilaian dan Pengukuran Sistem Zakat, Masalah Fiqh-zakat kontemporer dan kerja sama zakat antarnegara.

Acara ini akan dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Bambang P.S. Brodjonegoro dan Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa serta 31 pembicara dari 16 negara seperti Inggris, India, Nigeria, Bosnia-Herzegovina dan Afrika Selatan. Para pegiat zakat dunia ini akan memberikan materi di depan 300 peserta dari berbagai negara.

photo
Ilustrasi Zakat

Sejarah dan Milestone WZF
Gagasan pendirian forum zakat dunia muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan perkembangan gerakan zakat dunia. Pada pertemuan World Zakat Forum (WZF) di Selangor, Kuala Lumpur, pada tahun 2007, Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah konferensi WZF pertama.

Tiga tahun kemudian, pada 30 September 2010 saat World Zakat Forum International Conference 2010 di Yogyakarta, forum ini secara resmi didirikan. Awalnya, Forum ini dihadiri oleh 9 perwakilan dari lembaga zakat internasional seperti Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi.

Dalam konferensi pertama ini KH. Didin Hafidhuddin diangkat sebagai Sekretaris Jenderal pertama World Zakat Forum hingga 2013. Selanjutnya, posisi ini dipegang oleh Dr. Ahmad Juwaini hingga 2017. Saat ini, Prof. Dr. Bambang Sudibyo terpilih sebagai Sekretaris Jenderal ketiga dari WZF mulai dari Maret 2017.

Pembentukan WZF diharapkan menjadi platform untuk merumuskan solusi yang efektif untuk masalah multidimensi di dunia Islam. Pertama, esensi utama dari zakat seharusnya tidak hanya untuk memberantas kemiskinan dan ketidakmampuan, tetapi juga untuk pemberdayaan umat.

Kedua, untuk mengurangi kesulitan sosial ekonomi di kalangan umat. Ketiga, untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Keempat, untuk mengangkat pengaruh dunia Muslim. Kelima, untuk menghidupkan kembali pemuliaan Islam di berbagai aspek global.

WZF menghubungkan berbagai aktivis, ahli, peneliti dan akademisi serta berbagai organisasi yang berkomitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan praktik zakat secara global.

Susunan Pimpinan WZF 2017-2020
Secretary General        : Bambang Sudibyo
Deputy Secretary General    : Saleh Ali Alawaji,  Elnur Salihovic, Abdeslam Ballaji,
Muhammad Lawal Maidoki, Shaikh Abdurraziq Mukhtar, Muhammad Ayub Miah
Haji Ahmad Shukri Yusoff
Executive Secretary        : Irfan Syauqi Beik

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA