Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Sekjen PBNU: Penebar Permusuhan Jauh dari Tuntunan Nabi

Kamis 15 Nov 2018 11:23 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini

Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Nabi Muhamad itu menyebarkan Islam dengan cara yang ramah, bukan yang marah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faisal Zaini memberikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar di kediaman KH Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11) malam.

Dalam acara ini, Helmy mengingatkan untuk meneladani Nabi Muhammad, menyebarkan Islam itu dengan cara yang ramah, bukan yang marah. Menurut dia, dengan meneladani dakwah Islam yang ramah itu, selama ini Indonesia telah mampu menjadi negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

"Beliau (Nabi Muhammad) telah mengajarkan Islam adalah agama yang ramah bukan yang marah. Islam adalah agama yang merangkul bukan memukul. Islam adalah agama yang mengajak bukan mengejek," ujar Helmy dalam tausiyah singkatnya di hadapan ratusan jamaah.

Namun, menurut dia, jika saat ini banyak orang yang berdakwah dengan menebarkan kebencian atau menebar permusuhan, maka orang tersebut dipastikan jauh dari tuntunan Nabi Muhammad. "Jadi kalau sekarang bertebaran ada orang-orang yang mengatasnamakan syiar Islam tapi dalam dakwahnya hobinya hanya menebar kebencian, menebar teror, menebar permusuhan hampir kita pastikan ini jauh dari tuntunan Nabi Besar Muhammad," kata Helmy.

Untuk diketahui, peringatan Maulid Nabi ini juga dihadiri Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dan beberapa tokoh lainnya. Seperti Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas, Mustasyar PBNU KH Manarul Hidayat, Habib Umar Assegaf dan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution.

Kiai Ma'ruf, peringatan maulid nabi ini digelar untuk mendapatkan berkah dari Nabi Muhammad dan juga untuk mendoakan agar Indonesia terhindar dari bencana alam. "Kita ingin memperoleh berkah dari junjungan kita nabi besar Muhammad SAW dengan keberkahannya dengan kemuliaannya insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat," ucap Kiai Ma'ruf.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA