Sabtu 20 Oct 2018 12:35 WIB

NU akan Guyur Indonesia dengan Satu Miliar Shalawat Nariyah

Segenap nahdliyin diajak mendoakan keselamatan bangsa.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah umat Muslim menghadiri Pengajian Akbar DMI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/7).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah umat Muslim menghadiri Pengajian Akbar DMI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta nahdliyin di seluruh Indonesia bahkan di mancanegara akan serentak membaca Shalawat Nariyah pada Ahad (21/10). Warga NU akan mengguyur bumi Indonesia dengan satu miliar shalawat nariyah.

Pembacaan satu miliar shalawat nariyah ini sudah dilakukan untuk keempat kalinya. Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya sejak 2015, hal yang sama juga dilakukan oleh nahdliyin di seluruh Indonesia.

"Tiga tahun lalu secara istiqamah kita Alhamdulillah diberi kelancaran saat melakukan pembacaan satu miliar shalawat nariyah serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini kita juga melibatkan teman-teman PCINU di seluruh dunia," ujar Helmy dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (20/10).

"Jadi insya Allah Nahdliyyin akan mengguyur langit, bukan saja langit Indonesia, namun juga langit dunia, dengan lantunan shalawat nariyah," lanjutnya.

Pembacaan satu miliar shalawat nariyah ini ditujukan untuk bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang aman, makmur, adil, dan berkah. Lewat lantunan shalawat ini, segenap nahdliyin diajak mendoakan keselamatan bangsa. Shalawat utamanya ditujukan untuk saudara-saudara sebangsa setanah air yang sedang tertimpa musibah seperti di Lombok, NTB, Bali, Donggala, Palu, Sigi dan wilayah lainnya.

"Kami di Nahdlatul Ulama memiliki cita-cita menunaikan amanat Pendiri NU agar terus berusaha menjaga harmoni dan kesejukan berbangsa. Kami ingin mewujudkan cita-cita baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur (negara yang aman damai sentosa dan dirahmati Allah)," ucap Helmy.

Rencananya, acara pembacaan satu miliar shalawat nariyah akan dimulai pada pukul 19.00 serentak di masjid, pesantren, kampus, dan majelis-majelis pengajian. Adapun titik pusat pembacaan akan dilangsungkan di Masjid An-Nahdlah Kantor Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

Pembacaan shalawat nariyah ini termasuk rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri yang akan digelar PBNU. Selain itu, PBNU juga akan menggelar apel akbar Hari Santri Nasional 2018 di Stadion Dadaha, Tasikmalaya, Ahad (22/10). Amanat apel akbar tersebut akan disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement