Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Ulama yang Memilih Membujang Sepanjang Hayat

Kamis 11 Oct 2018 13:07 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pesantren Ilmu Alquran Al Misbah, Jalan Bahari, Jakarta, Jumat (25/5).

Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pesantren Ilmu Alquran Al Misbah, Jalan Bahari, Jakarta, Jumat (25/5).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Imam Thabari hingga Imam Nawawi memutuskan membujang.

REPUBLIKA.CO.ID, Terdapat banyak tokoh dalam sejarah peradaban Islam yang memilih tidak menikah alias jomblo sepanjang hayat mereka. Syekh Abd al-Fattah Abu Ghaddah mencoba menelusuri siapa sajakah ulama yang mengambil jalan bujang seumur hidup melalui kitabnya yang berjudul Al-Ulama’ al-‘Uzzab Alladzina Atsarul ‘ilma ‘Ala az-Zawaj. 

Tentu cukup banyak tokoh yang memilih membujang, namun cendekiawan asal Arab Saudi itu, membatasi hanya pada 20 nama. Di antaranya mereka, para ulama yang memutuskan menyendiri seumur hidup yaitu: 

  1. Ibnu Jarir at-Thabari.Dia dikenal sebagai mufasir yang ulung sekaligus juga pakar multidisiplin. Karyanya yang paling terkenal adalah tafsir ath-Thabary. Dia melakukan pengembaraan ke sejumlah kota untuk memenuhi dahaga ilmunya, mulai dari Baghdad, Mesir, Beirut, dan Damaskus.
  2. Imam an-Nawawi ad-Dimasyqi. Kepakarannya di bidang fikih tak diragukan. Tokoh yang hidup pada pertengahan awal abad ke-6 Hijriyah tersebut telah kitab  at-Tanbih dalam waktu 14 bulan, dan hafal kitab al-Muhadzab dalam waktu kurang lebih setahun. Dalam sehari dia bisa belajar 12 mata pelajaran ke para syekhnya. Hidupnya diabdikan secara penuh untuk belajar dan mengajarkan ilmu. Sehari makan sekali dan minum sekali ketika sahur.    
  3. Imam az-Zamakhsyari al-Khawarizmi. Dia adalah pakar tafsir dan bahasa. Karya monumental tokoh yang wafat pada 538 Hijriyah itu adalah tafsir al-Kasyyaf. Dedikasinya untuk ilmu sangat luar biasa. Dia memilih membaktikan hidupnya untuk ilmu. Bahkan pada usia senja 50 tahunan, dia pernah memutuskan belajar ke Syekh al-Yabiri, yang kala itu berdomisi di Makkah. Zamakhsyari menempuh perjalanan dari kampung halamannya di kawasan Asia Tengah kini, menuju Makkah hanya untuk belajar satu kitab karya Imam Sibawaih.   
  4. Ibnu Taimiyyah al-Harani ad-Dimasyqi. Tokoh yang wafat pada 728 Hijriyah ini cukup populer dalam dunia Islam. Namun ternyata dia membujang hingga tutup usia di umurnya 67 tahun. Karya yang dicetuskan semasa hayatnya diperkirakan mencapai 500 karya tulis.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA