Senin 10 Sep 2018 19:00 WIB

Daqu Mulai Bangun Rumah Quran di Lombok

Rumah Qur’an diharapkan menjadi solusi warga untuk menata hidup lebih baik.

Rumah Qur’an mulai dibangun pada pertengahan Agustus lalu.
Foto: Dok PPPA Daarul Quran.
Rumah Qur’an mulai dibangun pada pertengahan Agustus lalu.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- PPPA Daarul Qur'an mendampingi masyarakat Desa Obel-Obel, Lombok Timur, melalui tahap recovery. PPPA Daarul Qur’an berupaya memberikan pendampingan guna membangkitkan kembali semangat hidup masyarakat Melempu.

Saat ini bersama warga, PPPA membangun 200 rumah Qur’an. Program yang didasari niat untuk memantik semangat masyarakat Lombok bangkit ini, berfokus pada pembangunan rumah-rumah layak huni.

Tinggal di tenda yang hanya beralas tanah dan beratap terpal membuat mereka mudah terserang penyakit. Mereka juga harus merasakan dinginnya angin malam dan panasnya terik matahari. Apa lagi musim penghujan sudah mulai datang.

Warga sangat bersyukur saat PPPA Daarul Qur’an menggagas program 1.000 Rumah Qur’an untuk Lombok. Masyarakat begitu antusias bukan hanya para bapak tapi juga ibu-ibu ikut mendirikan rumah mereka kembali dari puing-puing bangunan yang hancur pascagempa.

General Manager Pendayagunaan PPPA Daarul Qur’an Jahidin mengatakan, Rumah Qur’an diharapkan menjadi solusi warga untuk menata hidup lebih baik. Konsepnya dibangun secara gotong royong guna terciptanya nilai-nilai kebersamaan dan warga merasa memiliki rumah-rumah yang telah mereka bangun bersama.

“Jadi reruntuhan bangunan yang masih bisa digunakan kita pakai kembali. Karena bangunan-bangunan itu punya history, kenangan tersendiri bagi warga. Nah kekurangan bangunannya nanti kita bantu beli yang baru, bahan-bahan yang insyaAllah tahan gempa pastinya,” ujarnya.

Rumah Qur’an mulai dibangun pada pertengahan Agustus lalu. Berkat semangat warga, kini pondasi-pondasi rumah sudah mulai berdiri. Program ini menstimulus warga bangkit kembali. Mimpi mereka sederhana, agar anak istri kembali tidur di rumah. Bukan di tenda beralas tanah.

“Jadi konsepnya dibangun serentak. Saat ini kita bangun pondasi dulu 200 rumah, Alhamdulilah sudah jadi. Kita lanjutkan bangun tiang-tiangnya. Jadi setelah semuanya rampung, warga nempatinnya sama-sama,” ujar Pegiat Kemanusiaan Sunaryo Adhiatmoko, Jumat (7/9) yang saat ini tengah mendampingi warga membangun kembali rumah-rumah mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement