Jumat 07 Sep 2018 14:13 WIB

Menata Hidup Lebih Rapi

Di dunia banyak jalan untuk berdakwah

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko
Pasangan muda Dimas Seto dan Dini Aminarti saat berbagi pengalaman tentang berhijrah di Masjid At-Taqwa Thamrin Residence, Jakarta, Ahad (8/4).
Foto: Berkah Mutiara Quran
Pasangan muda Dimas Seto dan Dini Aminarti saat berbagi pengalaman tentang berhijrah di Masjid At-Taqwa Thamrin Residence, Jakarta, Ahad (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Hijrah saat ini tak lagi dimaknai sebagai pergeseran tempat. Kata hijrah pun kerap mewarnai kehidupan pada masyarakat era milenial ini.

Tren hijrah bahkan menghinggapi para pesohor. Pasangan artis muda Dimas Seto dan Dini Aminarti salah satunya.

Bagi mereka, hijrah membutuhkan waktu panjang dan usaha yang tidak kecil untuk mempelajari serta mendalami agama secara konsisten. Dimas mengatakan, sebenarnya ia dididik di keluarga taat beragama.

Namun, Dimas kerap membandel, termasuk ketika bekerja di dunia seni selama hampir 19 tahun. "Secara duniawi, saya memang meng hasilkan banyak. Namun, untuk akhirat, saya menganggapnya tidak ada, ujarnya dalam sebuah acara talkshowdi Masjid at-Taqwa Thamrin Residence, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat bekerja di dunia hiburan itu, Dimas merasa hanya mengejar hal duniawi. Ia bahkan, tidak sungkan mengorbankan waktu dua hari tidak pulang untuk sekadar mengejar kepuasan semata tanpa henti.

Kesadaran itu perlahan muncul pada 2003 ketika rasa ingin tahu terhadap agama timbul dalam diri Dimas. Ia ingin mencari tahu, apa yang menyebabkannya selalu geli sah, merasa kurang dan emosional tidak terkontrol.

"Saya cari tahu dan saya menyadari rasa itu ada karena selama ini saya tidak mengimbangi kepuasan duniawi dengan akhirat," ujar Dimas.

Penggalian Dimas terhadap agama terus berlanjut sampai 2009 ia memutuskan menikah dengan Dini. Keduanya sama-sama memiliki rencana menata hidup lebih rapi.

Komitmen itu semakin dirasa kuat pada 2012, saat teman-teman terdekat Dimas satu persatu meninggal dunia di usia yang masih muda. Pada saat proses penggalian ilmu semakin besar, sempat timbul keinginan Dimas untuk berhenti dari dunia seni.

Tapi, ia menyadari di dunia banyak jalan berdakwah. "Saya bisa menjadi virus yang baik. Tidak perlu berceramah di depan orang- orang, cukup mengajak kebaikan, misal shalat tepat waktu," ucap Dimas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement