Jumat 24 Aug 2018 17:46 WIB

Tim NU Peduli Beri Pendampingan Korban Gempa Lombok

Pendampingan untuk memulihkan dan mengobati penyakit di sejumlah tenda pengungsian.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda
Tulisan pengungsi korban gempa bumi dipasang di sebuah potongan kayu di sekitar lokasi tempat pengungsian darurat di Kayangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (12/8). Masih terdapat pengungsi yang belum mendapat bantuan karena sulitnya akses untuk menjangkau lokasi pengungsi.
Foto: Zabur Karuru/Antara
Tulisan pengungsi korban gempa bumi dipasang di sebuah potongan kayu di sekitar lokasi tempat pengungsian darurat di Kayangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (12/8). Masih terdapat pengungsi yang belum mendapat bantuan karena sulitnya akses untuk menjangkau lokasi pengungsi.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Tim NU Peduli untuk korban gempa Lombok terus bergerak mendistribusikan bantuan untuk korban gempa, termasuk mengerahkan tim medis, paramedis dan trauma healing. Ini dilakukan untuk memulihkan dan mengobati penyakit di sejumlah tenda pengungsian.

"Saat ini NU Peduli mengkoordinir 34 orang  tim medis, termasuk dokter spesialis yg diperbantukan di RS darurat Lombok Utara maupun yang melakukan pelayanan kesehatan di puluhan titik pengungsian," ujar Ketua Tim NU Peduli untuk korban gempa Lombok, Baiq Mulianah, di Posko Utama NU Peduli, Aula PW NU NTB, Jalan Pendidikan, Kota Mataram, NTB, Kamis (23/8) kemarin.

Menurut Mulianah, tim NU Peduli hingga saat ini tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk korban gempa. Relawan-relawan NU Peduli juga tetap bergerak di setiap titik pengungsi yang dirasa masih kurang mendapatkan perhatian.

Ia menyampaikan, tim medis NU Peduli menggelar pengobatan gratis di Bukit Tinggi, Lombok Barat karena secara geografis dusun tersebut terpencil dan luput dari perhatian. Tim NU Peduli juga mendapatkan bantuan 12 sapi dan 12 kambing dari para donatur yang  dibagikan ke sejumlah titik pengungsian di Lombok.

 

Selain memberikan bantuan, NU Peduli juga akan melalukan pendampingan dan pemberdayaan di beberapa titik pengungsi selama enam bulan sejak September 2018. "Untuk pendampingan pengungsi ini, NU Peduli akan menitikberatkan pada upaya pemulihan dan rehabilitasi pascagempa," lanjutnya.

Dia merinci ada lima program atau klaster yang akan dilakukan NU Peduli dalam pemberdayaan pengungsi, yakni program kesehatan, pendidikan, perlindungan, pengungsian, logistik dan sarana prasarana.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement