Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Indonesia Hadiri Dialog Umat Beragama di Vatikan

Senin 02 Jul 2018 21:40 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Agus Yulianto

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam

Foto: dok. Kemenag.go.id
Tokoh agama Indonesia ini akan bertemu dengan para pastur di Vatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Kemarin malam, Sekjen Kemenag Nur Syam bertolak ke Roma, Italia. Kunjungan ini guna mengikuti Dialog Antar-Agama Masyarakat Indonesia di Eropa.

“Dialog ini digelar oleh Kedutaan Besar Indonesia di Vatikan. Dialog ini penting  karena kerukunan umat beragama merupakan program utama di Kemenag,” kata Nur Syam dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Senin (2/7). 

Menurut Nur Syam, dialog ini mengundang 45 peserta dari 22 negara di Eropa. Indonesia turut hadir sejumlah tokoh agama, Philip Wijaya (Buddha), Henriette (Kristen), Romo Sunarko (Katolik), Wisnu Tenaya (Hindu), serta Abdul A’la (akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya).

Selain itu, hadir juga Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag Fery Meldy, perwakilan dari Kemenlu, BPIP dan Staf Khusus Presiden untuk dialog antar agama dan peradaban.

“Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat mengedepankan kerukunan umat beragama. Indonesia adalah contoh yang kongkrit bagaimana pemerintah, organisasi keagamaan dan masyarakat beragama menjunjungnya dengan sangat tinggi,” ujarnya.

Nur Syam didaulat membuka dialog umat beragama di Vatikan, sekaligus mendengarkan paparan dan diskusi dengan tokoh-tokoh agama dari Indonesia dan para mukimin di Eropa yang tertarik dengan issu keagamaan dan kebangsaan. Dalam rencananya dijadwalkan bertemu dengan para pastur di Vatikan dan juga dengan pemerintah Italia.

“Issu keagamaan memang menjadi area yang sangat dinamis. Sebab kerukunan umat beragama itu ibarat sebuah orkestra yang mestinya bisa menghasilkan pemaduan suara yang harmonis. Tetapi ketika ada kesalahan memainkannya, pastilah keharmonisan suara itu akan hilang,” tuturnya. 

Diharapkan dialog ini dapat membangun kesepahaman serta memperkuat jalinan harmoni dan kerukunan umat beragama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA