Kamis 05 Mar 2026 13:21 WIB

UAS: Saya Ahlussunah Berbeda dengan Syiah, Tegak dengan Pembela Palestina

UAS menegaskan, negara yang menentang kemerdekaan RI adalah AS

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ustadz Abdul Somad menyampiakan materi dalam acara Amazing Muharram 12 : Infinity Life di Jakarta, ahad (20/8/2023). Dalam momentum peringatan Muharram yang suci, Cinta Quran Foundation menghadirkan Amazing Muharram 12, sebuah acara tahunan yang telah memberikan dampak positif kepada masyarakat selama 11 tahun berturut-turut. Pelaksanaan Kali ini mengusung tema utama
Foto: Prayogi/Republika
Ustadz Abdul Somad menyampiakan materi dalam acara Amazing Muharram 12 : Infinity Life di Jakarta, ahad (20/8/2023). Dalam momentum peringatan Muharram yang suci, Cinta Quran Foundation menghadirkan Amazing Muharram 12, sebuah acara tahunan yang telah memberikan dampak positif kepada masyarakat selama 11 tahun berturut-turut. Pelaksanaan Kali ini mengusung tema utama

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ustaz Abdul Somad (UAS) ikut bersuara mengenai perang yang tengah terjadi antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat (AS) dengan Israel. Sebagai Muslim berpaham Ahlussunah wal jamaah yang berbeda dengan masyarakat Iran berpaham syiah, UAS menegaskan, dia tegak kepada siapapun yang membela Palestina.

"Saya ahlussunnah, berbeda dengan syiah. Saya tegak bersama siapapun yang membela Palestina," kata UAS melalui pesan singkat kepada Republika, Rabu (4/3/2026)

Baca Juga

UAS juga mengatakan bahwa jika Presiden Rusia Vladimir Putin membela Palestina, maka dia akan berdiri bersama Vladimir Putin, meski UAS bukanlah penganut Kristen ortodox."Jika Putin membela Palestina, saya bersama Putin, tapi saya bukan orthodox," kata dia.

Demikian jika tokoh lain membela Palestina. "Jika Xi Jinping membela Palestina, saya bersama China tapi saya bukan komunis," ujar UAS.

UAS menegaskan bahwa hegemoni Amerika Serikat mesti dilawan. Penjajahan di atas dunia mesti dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikeadilan, sebagaimana dengan isi pembukaan UUD 1945.

UAS juga mengingatkan, tokoh yang menggalang dukungan kemerdekaan Indonesia adalah Mufti Palestina, Amin Al-Husaini. Sementara, negara yang dahulu menentang kemerdekaan Indonesia adalah Amerika Serikat.

photo
Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement