Sabtu 09 Jun 2018 20:55 WIB

Belajar Kitab Kuning Cegah Kedangkalan Beragama

Guru agama harus memiliki silsilah keilmuan yang bersambung dengan ulama.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
 Pengurus Pusat Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (PP Madani) menggelar pelatihan cara cepat membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Sabtu (9/6).
Foto: Dok Istimewa
Pengurus Pusat Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (PP Madani) menggelar pelatihan cara cepat membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Sabtu (9/6).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengurus Pusat Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (PP Madani) menggelar pelatihan cara cepat membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Sabtu (9/6). Kegiatan yang telah berlangsung sejak Kamis (7/6) ini diselenggarakan untuk menangkal kedangkalan dalam memahami ajaran Islam.

Sekretaris Umum PP Madani, Syarifuddin mengatakan, PP Madani merasa resah atas perkembangan kehidupan keagamaan akhir-akhir ini. Pasalnya, saat ini mulai terjadi pendangkalan agama seperti yang terlihat dalam perdebatan di media sosial dan berbagai seremonial keagamaan, yang ujungnya kerap kepada saling mengkafirkan.

"Karena itu, cara yang paling efektif dan jitu dalam melawan radikalisme dan pemahaman keagamaan yang dangkal ini adalah membuka kemampuan pemahaman keagamaan umat dengan melatih kemampuan bahasa Arab," ujar Syarifuddin kepada Republika.co.id, Sabtu (9/5).

Syarifuddin mengatakan, pemahamam keagamaan yang dangkal itu terjadi karena pemahaman keagamaan yang instan dan salah memilih guru, yaitu guru yang tidak punya silsilah keilmuan yang bersambung dengan para ulama. "Bahkan yang lebih ngawur lagi belajarnya hanya ke Kiai Google," ucapnya mengibaratkan.

Namun, menurut dia, dengan melatih kemampuan bahasa Arab akan menuju pintu kemampuan membaca kitab-kitab kuning karangan para ulama. Karena itu, dalam pelatihan ini, PP Madani mendatangkan penemu metode mualim, KH Dawam Muallim.

Metode ini ditemukan sekitar delapan tahun lalu dan disusun sebanyak 48 halaman, yang isinya lengkap dengan ilmu sharraf dan nahwu. Metode ini pun telah menyebar se-ndonesia seperti di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, hingga luar negeri seperti Taiwan, Singapura, juga Malaysia.

Sementara itu, Ketua Umum PP Madani, Idy Muzayyad mengatakan bahwa kedepannya PP Madani berkomitmen untuk terus menjaga khazanah pesantren dengan menggelar pelatihan Instruktur Nasional Cara Cepat Bisa Baca Kitab Kuning dan bisa Bahasa Arab dengan metode mu'allim.

"Inilah dakwah yang riil dan efektif. Alhamdulillah, kita baru selesai menyelesaikan pelatihan angkatan pertama ini. Alumni-alumni pelatihan ini nantinya akan di terjunkan untuk melatih ke beberapa daerah di secara nasional," jelas Idy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement