Kamis 24 May 2018 04:45 WIB

Penyebab Masih Banyaknya Fakir Miskin di Indonesia

Menyisihkan sebagian harta merupakan amalan yang disukai Allah SWT.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
Kemiskinan, ilustrasi
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Kemiskinan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyisihkan sebagian harta untuk orang yang lebih membutuhkan, khususnya fakir miskin merupakan amalan yang sangat disukai Allah SWT dan Rasul-Nya. Namun, masih banyak umat Muslim yang kurang mengerti tentang pembagian hukum amalan ini.

Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Ustaz Oni Syahroni menjelaskan, terdapat beberapa jenis cara untuk berbagi, yakni melalui zakat, sedekah dan infaq. Ustaz Oni mengatakan zakat dalam Islam hukumnya wajib dan serupa dengan ibadah shalat dan puasa.

Dia menjelaskan, seseorang telah diwajibkan berzakat jika memiliki harta atau aset yang memenuhi syarat wajib zakat, seperti profesional, pedagang, usahawan atau bidang pekerjaan lain yang pendapatannya memenuhi standar minimal wajib zakat (nisab) senilai Rp 46 juta atau setara dengan 85 gram emas.

Zakat terbagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah zakat perdagangan. Zakat ini bukan hanya dilakukan di bulan Ramadhan seperti halnya zakat fitrah, karena kapan pun seseorang memiliki pendapatan mencapai nisab, maka dia wajib mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 persen.

 

Sedangkan sedekah dan infaq adalah ibadah yang dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki pendapatan lebih, untuk dapat berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan. Ketiga amalan berbagi ini sangat penting untuk menghapuskan kesenjangan ekonomi dan sosial antarsesama Muslim.

Penyebab kesenjangan adalah apabila para hartawan tidak mau berbagi, padahal setiap pemilik aset atau kekayaan yang mencapai minimal nisab. "Dan jika seseorang tidak ditunaikan zakatnya, maka bagian harta tersebut bukan milik yang bersangkutan, tapi sudah otomatis menjadi milik para fakir miskin," kata Ustaz Oni saat dihubungi Republika.co.id, Senin (21/5).

Dia mengatakan jika masih banyak fakir miskin di indonesia, sejatinya itu adalah indikator nyata masih banyak hartawan yang enggan mengeluarkan sedekah, infaq dan zakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement