Selasa 15 May 2018 12:14 WIB

Majelis Dakwah: Terorisme dan Radikalisme Agama Bukan Fiksi

Aksi terorisme bertentangan dengan nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Lilin yang berbentuk cinta dinyalakan saat aksi solidaritas terkait aksi tragedi teror bom di Surabaya dan Siduarjo di Taman Suropati, Jakarta, Senin (14/5).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Lilin yang berbentuk cinta dinyalakan saat aksi solidaritas terkait aksi tragedi teror bom di Surabaya dan Siduarjo di Taman Suropati, Jakarta, Senin (14/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadhan, umat Islam Indonesia dikejutkan dengan adanya rentetan aksi terorisme di Surabaya. Sekretaris Umum PP Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Syarifuddin mengatakan, fakta itu sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Islam rahmatan lil alamin.

"Ini menunjukkan radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, adalah fakta bukan fiksi. Fakta yang mengoyak nilai-nilai kemanusiaan kita dan bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin," ujar Syarifuddin kepada Republika.co.id, Senin (14/5).

Aksi bom diri di beberapa tempat ibadah itu telah merenggut nyawa orang tak berdosa. Karena itu, Syarifuddin menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban. Menurut dia, sebagai lembaga dakwah, PP Madani mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme karena bertentangan dengan ciri Islam yang rahmatan lil aalamin.

(Baca juga: Tetangga Ungkap Keseharian Terduga Pengebom Mapolrestabes)

"Mengutuk dengan keras segala bentuk terorisme dan radikalisme. Islam dan semua agama tak ada satu pun yang mengabsahkan tindakan kekerasan dengan cara menebar kebencian dan teror," ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, ke depannya perlu langkah-langkah yang strategis dan sistematis dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme di Indonesia, khususnya mempertegas dukungan multipihak dalam mempercepat UU Antiterorisme.

"Kami juga meminta semua pihak, khususnya tokoh-tokoh publik baik dari partai politik, pemerintah dan pimpinan ormas membangun komitmen bersama dalam menciptakan rasa aman dan damai di kalangan masyarakat, dengan cara membuat pernyataan yang sejuk dan tidak memperkeruh keadaan," katanya.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement