Rabu 21 Mar 2018 10:39 WIB

Manuskrip Alquran akan Dipajang di Masjid Faisal Islamabad

Manuskrip yang dipamerkan berusia 200-700 tahun.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
 Manuskrip Alquran.  (AP/Frank Augstein)
Manuskrip Alquran. (AP/Frank Augstein)

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Otoritas Pengembangan Ibu Kota (CDA) di Islamabad, Pakistan, menyumbangkan lebih dari 100 salinan unik Alquran ke Masjid Faisal. CDA kemudian akan menampilkan lebih dari 100 manuskrip Alquran tersebut di Masjid Faisal pada akhir bulan ini.

Salinan-salinan tersebut sebelumnya diberikan kepada CDA oleh Profesor Zahid Butt. Atas permintaan Anggota Administrasi CDA Muhammad Yasir Pirzada, Profesor Zahid selaku seorang pendidik telah menyumbang manuskrip berusia 200 hingga 700 tahun tersebut kepada CDA. Anggota Administrasi kemudian menyerahkan manuskrip itu kepada administrasi Masjid Faisal pada Selasa (20/3) waktu setempat.

Pirzada telah meminta administrasi Masjid Faisal untuk mulai membuat pengaturan guna menampilkan salinan-salinan agar bisa dilihat publik. Ia mengatakan, dalam 10 hari ke depan, manuskrip unik Alquran itu akan tersedia untuk dipajang di Masjid Faisal. Selain salinan Alquran, contoh kaligrafi lainnya juga akan ditampilkan untuk umum.

"Langkah tersebut telah dilakukan untuk memelihara aset suci dengan benar," kata seorang pejabat CDA, dilansir di The Nation, Rabu (21/3).

Pirzada mengatakan, salinan Alquran itu merupakan hadiah berharga bagi warga Islamabad. Dia mengatakan, ribuan orang mengunjungi Masjid Faisal dari Islamabad atau Rawalpindi dan mereka memiliki kesempatan melihat manuskrip Alquran tersebut. Sementara sejumlah besar orang juga melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Faisal selama bulan suci Ramadhan.

Sejumlah besar orang juga mengunjungi Mehfil-e-Shabina dalam tiga hari terakhir bulan Ramadhan. Sedangkan sejumlah besar lainnya melakukan i'tikaf di masjid. Pirzada juga mengarahkan departemen terkait dari CDA untuk mengambil langkah-langkah khusus untuk perlindungan dan keamanan manuskrip Alquran tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement