Kamis 22 Feb 2018 15:22 WIB

Taiwan Incar Turis Muslim

Taiwan mulai merambah ke makanan dan layanan halal

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani
Taiwan
Foto: [ist]
Taiwan

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan mulai mengincar dan memancing para pengunjung Muslim, seiring dengan menyusutnya pendatang Cina. Taiwan mulai merambah ke makanan dan layanan halal, mulai dari ayam goreng hingga fasilitas hotel dengan konsep halal.

 

Jumlah turis dari Cina berkurang secara drastis karena hubungan Cina dan Taiwan memburuk. Taiwan kini ingin meningkatkan hubungan dengan 16 negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Australia dan Selandia Baru. Taiwan ingin mencari lebih banyak turis dari kawasan tersebut. Konsekuensinya Taiwan harus mempersiapkan diri untuk kedatangan turis muslim.

 

Salah satu upaya Taiwan menggaet turis muslim adalah mengubah tren wisata. Misalnya Fried Chichen Master, sebuah toko kecil tidak jauh dari Balai Peringatan Chiang Kai-shek Taipei, salah satu tempat bersejarah yang paling terkenal, telah disesuaikan dengan tren wisata Muslim tersebut. Di sana, mereka menjual camilan halal, yang juga merupakan favorit lokal.

"Kami berharap dapat melayani wisatawan, pertukaran pelajar, atau Muslim yang tinggal di Taiwan. Sebagai orang Taiwan, kami bangga dengan makanan kami," kata Louis Tsai, juru bicara Super Qin Group, pemilik toko tersebut.

Untuk diketahui, di Taiwan penduduk muslim kurang dari 2 persen. Meski begitu, turis muslim yang pernah datang ke Taiwan mengaku terkejut dengan sambutan warga Taiwan.

"Saya sangat menyukai pemandangan alam di Taiwan dan orang-orangnya sangat baik," kata Ashma Bunlapho (40), seorang turis Muslim dari Thailand dalam perjalanan wisata lima hari dengan suaminya, dilansir dari The Star, Kamis (22/2).

Dia menemukan restoran halal menggunakan Google Maps. Termasuk, sebuah toko yang menjual mie daging sapi, makanan favorit di Taiwan. Mereka juga merasa bebas untuk beribadah.

Wisatawan asal Malaysia bernama Dean Idris mengatakan, bahwa makanan halal mudah diakses saat mengunjungi Taipei bersama dua anaknya yang masih kecil. Mereka memasuki kebun binatang, pasar malam, dan sebuah distrik bersejarah yang dekat dengan kuil terkenal di kota itu.

"Saya mengetahui bahwa Taiwan, Taipei khususnya, sebenarnya ramah Muslim," kata Idris di luar sebuah masjid di ibu kota saat dia hendak shalat.

Selain Taiwan sejumlah negara pun telah memasuki pasar travel muslim. Sebut saja Thailand, Korea Selatan dan Jepang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement