Rabu 17 Jan 2018 12:22 WIB

Pendidikan Hafiz Gencar, Tapi Buta Aksara Alquran Tinggi

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Alquran
Foto: VOA
Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendidikan untuk para penghafal Alquran atau hafiz di Indonesia sudah sangat gencar dilakukan di madrasah maupun pesantren. Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof Muhammadiyah Amin.

"Jadi pada satu sisi kita berbangga karena para penghafal-penghafal kita semakin banyak dan beberapa madrasah dan pesantren khusus untuk melakukan pesantren khas menghafal Alquran," ujarnya pada Republika.co.id, Rabu (17/1).

Namun, kata dia, pada sisi lain di daerah-daerah tertentu ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tersentuh pendidikan bacaan Alquran. Ia pun mengaku tersentak dengan adanya berita masih tingginya masyarakat yang tidak bisa membaca Alquran.

Karena itu, menurut dia, pihaknya akan menerjunkan langsung penyuluh-penyuluh agama untuk menangani persoalan agama tersebut. Jangan sampai masyarakat di pelosok tidak ada yang bisa membaca Alquran.

 

"Ini menjadi perhatian kami untuk menurunkan langsung penyuluh-penyuluh agama kami untuk menangani hal tersebut," ucapnya.

Saat ini setidaknya ada 45 ribuan penyuluh agama Islam honorer atau non PNS di seluruh Indonesia. Ia mengatakan bahwa sebelumnya puluhan penyuluh agama tersebut akan difokuskan untuk menangani persoalan lainnya. Namun, dengan masih banyaknya masyarakat yang buta aksara Alquran, penyuluh agama harus berperan kembali.

"Tadinya penyuluh-penyuluh agama agak tinggi bukan persoalan mengajinya, tapi dengan itu kami akan perkuat kembali peran penyuluh kami dalam hal buta aksara Alquran," katanya.

Ia menambahkan, untuk memberantas buta aksara Alquran juga perlu menguatkan Taman Pendidikan Alquran (TPA), khususnya yang ada di daerah-daerah pelosok. Karena, di daerah perkotaan rata-rata sudah mendapatkan pendidikan Alquran.

"Jadi menurut saya penyuluh agama saja yang turun untuk penguatan TPA-TPA di daerah," jelasnya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement