Jumat 29 Dec 2017 00:38 WIB

Baznas Kembangkan Z-Mart di Lampung

Rep: mg02/ Red: Agus Yulianto
Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional BAZNAS - Nasir Tajang
Foto: Republika/ Wihdan
Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional BAZNAS - Nasir Tajang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) semakin gencar mengembangkan Z-Mart, sebuah minimarket yang memiliki konsep pemberdayaan bagi kalangan kurang mampu, baik para pedagang maupun pembelinya. Setelah berdiri di sejumlah daerah seperti di Desa Selotong dan Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, kali ini jaringan usaha ritel Z-Mart merambah Provinsi Lampung.

Minimarket Z-Mart di Lampung ini terealisir dan dikembangkan oleh Baznas bekerja sama dengan Lotte Grosir yang juga melebarkan sayap usahanya di propinsi yang memiliki motto Sai Bumi Ruwa Jurai, di penghujung akhir tahun ini.

Melalui program donasi pelanggan Sedekah Bikin Untung yang diluncurkan Lotte Grosir bersama Baznas setahun lalu di 28 titik Lotte Grosir se-Indonesia, program pengembangan jaringan usaha ritel Z-Mart di Lampung berhasil terwujud.

Penyerahan donasi ke Baznas untuk pengembangan program Z-Mart di Provinsi Lampung dilakukan pada Kamis (28/12) berbarengan dengan pembukaan gerai Lotte Grosir yang ke 29 di provinsi Sumatera bagian paling selatan ini. Hadir dalam acara tersebut Presiden Direktur Lotte Grosir Joseph Buntaran, Direktur Pendistribusian Baznas Nasir Tajang, Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan SH MH.

Presiden Direktur Lotte Grosir Joseph Buntaran mengatakan, program donasi pelanggan Sedekah Bikin Untung merupakan program penggalangan dana dari pelanggan lotte grosir melalui kasir. Pelanggan dapat berdonasi dengan cara mendonasikan sisa kembalian belanja atau pun menambahkan nominal donasi khusus.

Buntaran mengaku, dana yang terhimpun selama kurang lebih 4 bulan pertama telah disalurkan oleh Lotte Grosir melalui Baznas dalam bentuk program Z-Mart yakni bantuan usaha berupa pemberian rombong dan modal usaha serta pendampingan usaha bagi orang yang kurang mampu. "Penerima manfaat yang telah mendapatkan bantuan usaha tersebar di Cirebon, Medan, dan Lampung," ujarnya.

Menurut Direktur Pendistribusian Baznas Nasir Tajang, program ini merupakan salah satu partisipasi masyarakat melalui Baznas dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan. Sebagaimana zakat yang wajib ditunaikan kaum muslim, maka infak dengan cara kreatif seperti inipun sangat bermanfaat bagi mustahik.

"Melalui program ini, diharapkan semakin banyak orang yang berdonasi dan semakin banyak orang yang terbantu sehingga dapat keluar dari garis kemiskinan," kata Nasir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement