Kamis 21 Dec 2017 17:26 WIB

Dai Muda Indonesia akan Fokus Berdakwah di Media

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Dakwah bisa dilakukan melalui internet. Ilustrasi
Foto: kval.com
Dakwah bisa dilakukan melalui internet. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) telah menutup kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) IV di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Kementerian Pemuda dan Olahraga, Cibubur, Jakarta Timur pada Rabu (20/12) malam. Dalam Munas ini, Moh Nur Huda terpilih secara aklamasi untuk memimpin FKDMI selama lima tahun depan.

Sebagai Ketua Umum FKDMI yang baru Nur Huda mengatakan, bahwa Munas tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, ke depannya FKDMI akan menguatkan kualitas dai-dai muda di Indonesia dengan cara melakukan pengkaderan yang masif.

Selain itu, kata dia, melihat kondisi keumatan saat ini, FKDMI juga akan berfokus untuk mulai berdakwah di media, baik media elektronik maupun media sosial. "Kita konsentrasi memang ditargetkan bagaimana teman-teman dai muda ini juga bergerak di lapangan di daerah-daerah. Di samping itu kita juga akan aktif berdakwah di media," ujarnya saat dihubungi Republika co.id, Kamis (21/12).

Dia menjelaskan, bahwa dakwah melalui media saat ini penting dilakukan untuk mengkonter paham-paham yang melengceng dari tujuan NKRI. Karena itu, Munas FKDMI ini juga mengangkat tema 'Meneguhkan dan Mengembangkan Peran Da'i Muda dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia'.

Menurut Huda, setidaknya ada 200 dai muda yang hadir dalam Munas tersebut. Ratusan dai muda itu juga diharapkan bisa memperkuat semangat NKRI melalui dakwahnya di daerahnya masing-masing. "Nanti sekaligus kita akan melakukan pelatihan-pelatihan khusus terkait bagaimana agar dai berdakwah melalui media sosial itu secara santun dan bijak," ucapnya.

Huda mengatakan, dai di zaman ini seharusnya tidak hanya menggunakan cara-cara konvensial tapi para dai harus mewarnai media sosial dengan dakwah-dakwahnya yang sesuai dengan tujuan NKRI. Selain rekomendasi internal tersebut, kata dia, FKDMI juga mengeluarkan rekomendasi terkait isu-isu Palestina.

"Kita mengutuk pengakuan sepihak Amerika yang akui Yerusalem sebagai ibu kota Israrl dan kita harapkan kepada pemerintah Indonesia untuk proaktif menyelematkan Palestina," katanya.

Sementara, Mantan Ketua Umum FKDMI 2012-2017, Ibrahim Ahmad Faqih menjelaskan, bahwa tantangan dai saat ini semakin berat dan kompleks di tengah kehidupan berbangsa yang terus dirongrong oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah NKRI dan kesatuan umat Islam Indonesia.

FKDMI yang dimulai dari forum calon dai muda Indonesia yang dulu diinisiasi Kementerian Agama, saat ini menghadapi tantangan berat. "Kita saat ini dihadapkan pada tantangan global yang serba terbuka dan kita pun harus bisa menyesuaikan dan menyelaraskannya dengan metode dakwah keislaman plus kebangsaan," kata Faqih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement