Kamis 07 Dec 2017 11:49 WIB

Selandia Baru Kampanyekan Daging Halal

Rep: Novita Intan/ Red: Esthi Maharani
Daging halal di Australia
Foto: Australia Plus
Daging halal di Australia

REPUBLIKA.CO.ID, SELANDIA BARU - Daging merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi. Bagi Muslim konsumsi daging tidak bisa sembarangan. Tak mudah mendapatkan daging halal apalagi jika berada di luar negeri. Dibutuhkan kejelian dan usaha untuk mendapatkannya.

Selandia Baru merupakan salah satu negara yang mengkampanyekan daging halal. Federasi Asosiasi Islam Selandia Baru mengantongi sertifikasi halal untuk daging. Konsep daging halal yakni binatang itu pasti terbunuh dengan pisau tajam, tenggorokannya harus dipotong hingga pembuluh darah dan menyebut nama Allah saat pemotongan.

"Di Selandia Baru tidak ada pembebasan terhadap persyaratan untuk melakukan pembantaian pra-penyembelihan, tidak seperti di beberapa negara lain. Pembantaian halal mengharuskan hewan tersebut mati hingga ke tenggorokan," kata juru kampanye halal Syeda Fouzia.

"Di tempat pemotongan hewan, listrik reversibel digunakan untuk memastikan bahwa hewan tidak sadar seketika dan tetap tidak sadarkan diri pada saat pemotongan, sehingga sesuai dengan persyaratan kesejahteraan hewan dan halal," ucapnya.

Pada Juni 2017, Selandia Baru mengekspor daging merah bersertifikasi dan produk makanan sekitar 1 miliar dollar AS. Ekspor ini dikirim ke lebih dari 70 negara, dan menyumbang sekitar 25 persen dari total ekspor daging domba dan daging sapi.

Dalam dekade terakhir terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam ekspor daging bersertifikat halal ke pasar mayoritas non-Muslim, terutama China, yang sekarang menyumbang sepertiga dari ekspor daging halal bersertifikat Selandia Baru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement