Rabu 08 Nov 2017 14:23 WIB

Kemenag Sumsel Mendapatkan 65 Ribu Pasang Buku Nikah

Rep: Maspril Aries/ Red: Agus Yulianto
Buku nikah (Ilustrasi)
Foto: Antara/Noveradika
Buku nikah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan (Kanwil Kemenag Sumsel) mendapat kiriman buku nikah dari Kementerian Agama sebanyak 65 ribu pasang. Buku nikah dikirim setelah sebelumnya kehabisan stok buku nikah di salah satu Kantor Kementerian Agama di Sumsel.

“Kita baru saja mendapat kiriman buku nikah sebanyak 65 ribu pasang dari Kementerian Agama. Selanjutnya buku nikah ini segera didistribusikan ke Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota di Sumsel,” kata Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latif, Rabu (8/11).

Menurut Saefudin Latif sebelumnya, Kantor Kemenag Kota Palembang sempat kehabisan stok buku nikah selama satu bulan. “Dari buku nikah yang sudah tiba ini, sebagian besar sebanyak 26 ribu pasang buku nikah akan didistribusikan ke Kantot Kementerian Agama Kota Palembang, kemudian sebanyak 13 ribu pasang buku untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Dikatakan Saefudin Latif, sebenarnya kebutuhan buku nikah di Sumsel sekitar 59 ribu pasang buku nikah, tapi kini tersedia 65 ribu pasang buku nikah. “Jadi kelebihan buku nikah tersebut untuk cadangan bila dibutuhkan,” katanya.

Sebelumnya pada akhir Juli 2017, Kanwil Kemenag Sumsel telah memusnahkan ribuan pasang buku nikah cetakan lama atau kedaluwarsa. Pemusnahan dengan cara dibakar tersebut langsung dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi.

Pemusnahan buku nikah dilakukan karena buku tersebut merupakan cetakan lama cetakan 2014. Pemusnahan dialkukan merujuk pada surat Sekretaris Jendral Kementerian Agama tentang Penghapusan Barang milik Negara dan berdasarkan  berpedoman pada Peraturan Menteri keuangan No.83/PMK.06/2016

Jumlah buku nikah yang dimusnahkan Kanwil Kemenag Sumsel sebanyak 223.734 pasang dengan nilai barang milik negara Rp 239.070.285. Juga ikut dimusnahkan blanko DN sebanyak 1.352 dengan nilai barang milik negara sebesar Rp 1.447.046.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi, pemusnahan tersebut dilakukan untuk menghindari salah penggunaan. “Bila tidak dimusnahkan sangat mungkin digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement