REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kota Baghdad yang telah lama menjadi tempat Imam Al-Ghazali berkreasi ditinggalkan. Sebagian besar harta di bagikan kepada orang lain. Dia hanya menyisakan sedikit harta untuk bekal hidup dirinya dan keluarga.
Sang imam pergi ke Syam untuk menghilangkan jejak, sehingga aparat kerajaan tak dapat melacak keberadaannya. Selama dua tahun dia di sana berkhalwat, mendalami pengalaman keagamaan untuk mencapai kemurnian batin, membersihkan hawa nafsu, dan memperbaiki perangai. Hati harus selalu dijernihkan agar selalu dekat dengan Allah.
Banyak lagi cerita tentang pengalaman hidup Abu Hamid yang sangat menginspirasi banyak orang.
Melawan hawa nafsu merupakan pertempuran batin yang menya darkan masyarakat saat ini, bahwa konsisten dalam berkomit men dalam kebaikan tidaklah mu dah. Selalu ada godaan untuk meng arahkan seseorang kepada kejahatan.
Namun akan lebih baik lagi bila pembaca sendiri yang menelusuri kisah al-Ghazali da lam al-Munqidz Minad Dhalal. Perjalanan spiritual Hujjatul Islam merupakan bagian paling menarik dari al-Munqidz. Dia menjelaskan bagaimana perjuangannya yang tidak mudah untuk menggapai ketenangan batin.




