Jumat 01 Sep 2017 17:49 WIB

Kurban Berdayakan Desa Diharapkan Dapat Gerakkan Ekonomi

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih
Hewan kurban.
Foto: Antara
Hewan kurban.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazis-NU) dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menyemarakkan Kurban Berdayakan Desa di Desa Sukajadi, Bogor. Sebanyak 52 kambing telah dibeli, disembelih dan dibagikan pada masyarakat Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor sebagai bagian dari Kurban Berdayakan Desa. 

Dengan membeli, menyembelih dan mendistribusikan daging kurban di desa, diharapkan dapat membangkitkan ekonomi umat di desa melalui pemberdayaan peternak desa. Ketua Baznas Prof Bambang mengatakan, desa Sukajadi terpilih sebagai penerima Kurban Berdayakan Desa karena menurut data yang diterima, hampir 40 persen penduduk di desa Sukajadi berada di bawah kesejahteraan.

"Penduduk di sini yang sehari-hari bekerja sebagai petani, pengurus kebun, dan buruh tani. Penghasilan penduduk desa ini rata-rata tiap bulan sekitar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 750 ribu, membuat mereka memiliki keterbatasan ekonomi," ujar Bambang, disela kegiatan Kurban Berdayakan Desa pada Jumat (1/9).

Bambang menjelaskan, Baznas memilih bekerja sama dengan NU Care-LazisNU dan LazisMu karena keduanya dinilai sebagai lembaga amil zakat nasional terbesar. Terlebih, keduanya telah lebih dahulu berkolaborasi dalam rangka mengaktualisasikan spirit kebersamaan melalui program Nusantara Berkurban untuk Indonesia Berkemajuan (NBIB).

Program NBIB dirancang, Bambang melanjutkan, untuk memastikan ibadah kurban dapat memberi kebermanfaatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung. Mulai dari budidaya ternak hingga kelompok sasaran, dikelola dengan prinsip pemberdayaan agar dapat memberi dampak sosial dan ekonomi ke masyarakat.

"Semangat ini selaras dengan Program Kurban Berdayakan Desa yang digagas Baznas, untuk membangkitkan potensi ekonomi umat hingga triliunan rupiah pada saat Hari besar umat Muslim ini," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement