Senin 03 Apr 2017 18:00 WIB
Belajar Kitab

Kitab Al-Awa'il: Umar Menyandang Gelar Pertama yang Cukup Banyak

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Kitab Kuning
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi Kitab Kuning

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dalam kitabnya Al-Awail, Al-'Askary memaparkan, beberapa tokoh penting pada masa sepeninggal Rasulullah yang menyandang gelar 'pertama'. Sebut saja, misalnya, Abu Bakar RA. Dia merupakan tokoh satu-satunya yang menyandang gelar khalifah pertama kali dalam sejarah Islam.

Penobatan ini berlangsung setelah Rasul meninggal dan disepakati oleh segenap sahabat, termasuk para keluarga Nabi. Abu Bakar juga tercatat sebagai khalifah pertama yang berwasiat menginfakkan keseluruhan hartanya untuk kepentingan umat Islam.  

Sosok sahabat selanjutnya yang menjadi sorotan al-'Askary adalah Umar bin Khatab. Sahabat bergelar al-Faruq ini, menyandang gelar pertama yang cukup banyak. Namanya tercatat sebagai tokoh pertama yang bergelar amirul mukminin. 

Umar berhasil mengabadikan namanya sebagai khalifah pertama yang memberlakukan sistem kalender Hijriyah, khalifah pertama yang memberdayakan baitul mal, khalifah satu-satunya yang membiasakan 'blusukan' pada waktu tengah malam, dan khalifah pertama yang menyerukan optimalisasi malam-malam Ramadhan, salah satunya adalah pembiasaan shalat tarawih.

Di samping itu, Umar juga tercatat sebagai khalifah pertama yang menerapkan hukum cambuk sebanyak 80 kali untuk peminum khamar, dan juga khalifah pertama yang melarang nikah mut'ah. Banyak sekali prestasi Umar yang dicatat oleh al-Askary. Jumlahnya hampir kurang lebih mencapai belasan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement