Senin 03 Apr 2017 15:53 WIB
Belajar Kitab

Yang Pertama dalam Sejarah di Al-Awa'il

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Kitab Kuning
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi Kitab Kuning

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kitab ini termasuk salah satu karya yang paling unik di bidang sejarah dari seorang tokoh yang terkenal sebagai sastrawan pada abad ke-4 Hijriyah. Dia adalah al-Hasan bin Abdullah bin Sahal bin Saíd, Abu Hilal as-Askary, yang berasal dari Desa Askar, Provinsi Arabistan, Iran. 

Dibilang unik karena, kitab yang terdiri dari 10 bab ini, mengutarakan fakta-fakta mereka yang menyandang gelar 'pertama'dalam berbagai hal. Baik yang terjadi selama pra-Islam saat masa jahiliyah maupun setelah Islam datang di jazirah Arab. 

Sepengetahuan penulis, kitab ini menjadi satu-satunya kitab yang ditulis oleh ulama yang hidup pada abad ke-10 Masehi, dengan corak yang sangat berkarakter, fokus mengumpulkan data-data tentang tokoh-tokoh yang mencetak gelar 'pertama' di berbagai bidang. Fakta-fakta tersebut dibeberkan dengan mencantumkan tramisi atau jalur periwayatan yang cukup lengkap dan  informatif. 

Al-Askary yang juga terkenal melalui karya di bidang sastra, yaitu Diwan al-Maáni dan Jamharat al-Amtsal tersebut mengungkapkan, misalnya, pada bab pertama, di masa pra-Islam misalnya, ia menyebutkan sosok pertama yang menginisiasi perjanjian damai dalam berdagang antara para pedagang Arab dan seorang Kaisar penguasa kawasan jazirah Arab adalah Hasyim bin Abdi Manaf, nenek moyang Rasulullah SAW. 

Sebelum muncul perjanjian tersebut, bangsa Arab memang terkenal sebagai pedagang, tapi tak pernah keluar dari kawasan hijaz dan sekitarnya. Namun, setelah perjanjian ini bangsa Arab mulai berekspansi ke luar Hijaz. Di antaranya Syam, Yaman, hingga ke Afrika.   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement