Ahad 02 Apr 2017 17:12 WIB

Cara Zakir Naik Mengistimewakan Non-Muslim Saat Ceramah di UPI

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ilham
 Keharuaan saat seorang jamaah mengucapkan kalimat Syahadat menyatakan diri masuk Islam pada acara Dr Zakir Naik Indonesia Visit 2017 bertajuk Da'wah Or Destructioin di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Ahad (2/4).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Keharuaan saat seorang jamaah mengucapkan kalimat Syahadat menyatakan diri masuk Islam pada acara Dr Zakir Naik Indonesia Visit 2017 bertajuk Da'wah Or Destructioin di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kota Bandung, Ahad (2/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017 sangat mengistimewakan masyarakat dari kalangan non-Muslim yang hadir ke acara Ceramah Zakir Naik di Gymnasium UPI, Ahad (2/4). Ada beberapa kebijakan yang dibuat Zakir Naik untuk mengistimewakan masyarakat non-Muslim yang datang ke acaranya.  

Keistimewaan tersebut, di antaranya saat pemesanan tiket, panitia menyiapkan jalur khusus bagi non-Muslim yang akan reservasi tiket kehadiran di Gymnasium. Lalu, saat hadir, masyarakat non-Muslim tak perlu mengantri panjang. Mereka bisa melewati pintu jalur khusus.

Saat masuk ke ruangan, masyarakat mereka pun mendapatkan kursi untuk VIP. Keistimewaan terakhir adalah saat diskusi, Zakir Naik mempersilakan peserta yang non-Muslim untuk bertanya lebih dahulu pada dirinya.

"Silakan, yang peserta non-Muslim dulu bertanya pada saya, yang Muslim nanti," ujar Zakir.

Adanya kesempatan ini, tak disia-siakan oleh peserta non-Muslim untuk bertanya. Banyak peserta, yang kemudian bertanya beberapa pertanyaan pada Zakir Naik untuk memuaskan rasa penasarannya. Namun, karena jawaban tersebut memuaskan, empat orang penanya langsung mengucapkan syahadat dipimpin Zakir Naik.

Sementara, sekitar tiga orang penanya dari non-Muslim menyatakan masih berpikir dan ingin mencari jawaban lebih lanjut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement