Sabtu 01 Apr 2017 14:36 WIB

Dakwah Online pada Zaman Rasulullah

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko
Dakwah
Foto: Dok. Republika
Dakwah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkembangnya teknologi berdampak pada kemudahan masyarakat dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Layaknya bisnis online yang kini terus menjamur, mereka dapat berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Sebab, hampir semua produk menyediakan layanan online. Masjid Nurul Iman Blok M Square, Jakarta Selatan, menggelar kajian tentang layanan online, Ahad (26/3), dengan pembicara Ustaz Erwandi Tarmizi. Ratusan jamaah cukup antusias mendengarkan penjelasan Ustaz Erwandi.

Ustaz Erwandi mengatakan, pada hakikatnya persoalan online terkait dengan dua orang yang berada pada jarak yang sangat jauh. Keduanya tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung. Menurut Ustaz Erwandi, persoalan online bukan hal baru dalam sejarah Islam. Komunikasi secara online sudah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. "Permasalahan online dalam sejarah Islam bukan permasalahan baru," ujar Ustaz Erwandi, Ahad (26/3).

Ustaz Erwandi kemudian mencontohkan tentang praktik online pada masa Rasululah. Dia mencontohkan tentang tiga orang sahabat yang dikucilkan selama 50 hari karena tidak ikut perang tabuk. Mereka tidak diajak berbicara oleh sahabat lain, termasuk istrinya sendiri. Ka'ab bin Malik, salah satu dari ketiga sahabat tersebut, sampai tidak tahan dengan pengucilan dari para sahabat dan istrinya. Sampai dia naik ke atap rumahnya untuk menjatuhkan diri. Namun, Allah SWT kemudian menurunkan ayat yang menerima pertaubatan karena sudah 50 hari dikucilkan.

Sahabat lain kemudian mengejar Ka'ab bin Malik yang menunggangi kuda sangat cepat. Di tengah-tengah pengejaran, kisah dia,  salah seorang sahabat naik ke puncak ketinggian dan berteriak kepada kepada Ka'ab bin Malik tentang Allah yang menerima pertobatannya. Suara yang disampaikan sahabat dari puncak ketinggian itu disebut Ustaz Erwandi juga bentuk tindakan online. Ustaz Erwandi juga memberikan contoh lain, yaitu dari sahabat Umar bin Khattab yaitu ketika terjadi perang penaklukan Qadisiyyah.

Saat perang berlangsung, Umar menyaksikan langsung dari Madinah yang berjarak sekitar 2.000 kilometer ke Persia, lokasi perang. Ketika pasukannya terdesak, Umar berteriak meminta agar mundur teratur ke atas gunung. Dari atas gunung, Umar meminta agar pasukannya mengatur strategi untuk menyarang kembali. Pasukan Umar kemudian berhasil memenangkan peperangan. Pasukan kemudian kembali lagi ke Madinah.

Sesampainya di hadapan Umar, para sahabat yang mengikuti perang mengaku mendengar teriakan Umar agar mundur dan naik ke atas gunung. Lalu Umar mengatakan kepada mereka bahwa melihat langsung dan suaranya disampaikan oleh Allah kepada pasukan perang. "Dengan jarak 2.000 kilometer, online apa tidak? Jadi online tidak yang baru," kata ustaz Erwandi.

Perbedaannya dengan sekarang, lanjutnya, pada waktu itu tidak digunakan untuk berdagang atau kegiatan bisnis. Praktik online zaman itu digunakan untuk menyelamatkan umat dari kemusyrikan. Untuk itu, Ustaz Erwandi menekankan agar kemudahan layanan online saat ini juga digunakan untuk menyampaikan syariat Allah kepada seluruh umat manusia. Kendati demikian, Ustaz Erwandi juga tidak melarang layanan online digunakan untuk kebutuhan bisnis. Sebab, Ustaz Erwandi menerangkan, Allah juga memuji orang yang melaksanakan aktivitas bisnis. Allah juga menyamakannya dengan orang yang sedang melakukan jihad fi sabilillah.

"Sekarang online gunakan dua-duanya karena mungkin ada komunitas atau individu tidak terjangkau dan tidak mengenal mana kajian yang benar, sesuai Quran & hadis," kata Ustaz Erwandi. Ustaz Erwandi menambahkan, umat harus menyampaikan syariat Allah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi  sebagai sebuah kewajiban. Berbisnis lewat online juga dibolehkan asalkan sesuai dengan ketentuan syariah.

Sekretaris Masjid Nurul Iman Blok M Square Habibi menjelaskan, kegiatan kajian ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap bulan pada minggu keempat. Hanya, untuk beberapa bulan kajian oleh Ustaz Erwandi diliburkan karena kondisi kesehatan. Tema yang dibahas oleh ustaz Erwandi, menurut Habibi, berasal dari buku karyanya sendiri. Habibi berharap ustaz Erwandi mampu menyampaikan bukunya secara tuntas kepada jamaah.

Selain kajian oleh Ustaz Erwandi, lanjutnya, Masjid Nurul Iman juga mengadakan kajian bertema lain. Tema kajian, tuturnya, 80 persen ditentukan oleh panitia di luar pengurus masjid. "Kalau untuk jamaah tidak harus yang rutin, terbuka saja untuk umum. Alhamdulillah banyak yang datang dan biasanya bergantung pada ustaz dan temanya," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement