REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti Saruhan yang menguasai Manisa merupakan kekuatan penting sebagai benteng pertama yang melindungi wilayah Turki sejak keruntuhan Kesultanan Seljuk. Letak Kota Manisa yang dekat dengan laut, diharapkan mampu menghalau musuh yang datang dengan kapal.
Dinasti Saruhan dimulai pada tahun 1300 dan kekuasaannya mulai menurun sejak tahun 1390 yang kemudian benar-benar runtuh pada 1410 ketika Dinsti Ottoman memegang kendali di Manisa. Pendiri Dinsati Saruhan adalah Saruhan Bey, cucu dari Khwarezmian. Sang kakek adalah seorang komandan dari pasukan Kesultanan Seljuk.
Saruhan memulai karier militernya ketika menjabat sebagai Emir bagi Beylik. Pada awal abad XIV, dia berhasil menaklukkan daerah dekat sungai Gediz. Dahulu daerah itu berada di bawah kekuasaan Bizantium. Sejak saat itulah, dia kemudian membangun dinasti dan menetapkan Manisa sebagai ibu kota kekuasannya.
Beberapa peninggalan sejarah pada masa Dinasti Saruhan yang masih bertahan hingga saat ini di antaranya adalah Masjid Raya Manisa. Masjid ini dianggap menjadi inspirasi bagi pembangunan Masjid Üçerefeli yang dibangun 60 tahun setelahnya pada masa Sultan Murad II dari Dinasti Ottoman.




