Rabu 01 Mar 2017 21:00 WIB
Belajar Kitab

Tradisi Melintasi Peradaban

Rep: Nashih Nasrullah/ Red: Agung Sasongko
Menulis Surat/Ilustrasi
Foto: blogspot.com
Menulis Surat/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tradisi surat-menyurat telah membudaya sepanjang peradaban manusia. Umur surat-menyurat setua manusia saat berbahasa dan mengenal tulisan. Arti dan fungsi surat menyiratkan makna tersendiri baik bagi para pengirim maupun mereka yang menerimanya.

Bahkan, surat itu tak sebatas diperuntukkan mereka yang masih hidup. Di Mesir, misalnya, ditemukan 15 surat peninggalan masa Old Kingdom (sekitar 2686-2181 SM) ke masa New Kingdom (1550-1069 SM).

Surat-surat tersebut dialamatkan bagi sanak keluarga untuk handai tolan yang belum lama meninggal. Bagi masyarakat Mesir kuno, orang yang telah meninggal masih dianggap mempunyai kekuatan.

Isi surat tidak hanya keinginan untuk tetap terhubung setelah dipisahkan kematian, tetapi juga permintaan agar orang yang telah meninggal tersebut tetap ikut terlibat dalam penyelesaian persoalan-persoalan duniawi.

Tradisi surat menyurat juga konon telah berlangsung lama di peradaban Yunani dan Romawi.

Saat Islam muncul, media surat merupakan instrumen penting untuk penyebaran Islam di kalangan para pemimpin suku atau negara tertentu. Rasulullah menggunakan surat untuk mengajak petinggi sebuah kaum ataupun bangsa untuk memeluk Islam.

Dalam sejarah tercatat, Rasulullah beberapa kali menggirimkan surat. Kesekian surat itu disampaikan oleh utusan yang secara khusus dipilih oleh Rasulullah.

Urusan penulisan suratnya sendiri, Rasulullah memercayakannya ke sejumlah sahabat yang kemudian dikenal dengan para pencatat kuttab. Soal alih bahasa, Rasulullah menunjuk beberapa sahabatnya yang lantas disebut sebagai mutarjim.

Jumlah mereka cukup banyak, kurang lebih 43 sahabat. Beberapa di antaranya diulas dalam kitab karangan Ibn Hadidah (783 H) yang berjudul al- Mishbah al-Mudli' fi Kuttab an-Nabiyy al-Umiyy wa Rusulihi Ila al-Muluk al-Ardl min 'Arabiyyin wa 'Ajamiyyin.

KUTIPAN : Saat Islam muncul, media surat merupakan instrumen penting untuk penyebaran Islam di kalangan para pemimpin suku atau negara tertentu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement