Jumat 27 Jan 2017 05:27 WIB

Pemimpin Muslim Gelar Protes Tolak Kebijakan Trump

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah
Perempuan Muslim AS meneriakkan slogan dalam unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump di Washington Square Park di New York, 25 Januari 2017.
Foto: AP Photo/Andres Kudacki
Perempuan Muslim AS meneriakkan slogan dalam unjuk rasa menentang kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump di Washington Square Park di New York, 25 Januari 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK --Beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump menerapkan larangan bagi Muslim dan beberapa jam setelah ia mengesahkan pembangunan dinding perbatasan di Meksiko, para pemimpin Muslim menggelar demonstrasi darurat menentang perintah eksekutif.

Dilansir dari Independent, Kamis (26/1), aksi protes digelar di Washington Square Park. Ratusan orang yang tergabung membawa sejumlah kertas bertuliskan, "Tidak ada manusia yang ilegal." Beberapa bahkan ada yang menulis, "Setiap Muslim yang pernah saya kenal, lebih baik baik daripada Presiden Amerika Donald Trump."

Setidaknya, sebanyak lima helikopter berputar-putar di atas Washington Square Park. Para pendemo menyalakan telepon genggam mereka hingga menciptakan dinding putih di seberang lengkungan ikonik di taman itu.

"Tidak ada larangan, tidak ada dinding, ini New York kami," teriak mereka.

Aksi ini digelar dalam waktu singkat untuk menyuarakan kepedulian mereka terhadap Islam dan Muslim Amerika Serikat. Direktur Eksekutif Hubungan Amerika-Islam (CAIR), Nihad Awad mengatakan perintah eksekutif adalah konfirmasi terhadap islamofobia.

"Larangan ini tidak membuat negara kita lebih aman. Sebaliknya, berfungsi menstigmatisasi pengungsi Muslim dan komunitas Muslim Amerika secara keseluruhan," ujar Awad.

Ia khawatir ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi itu. Ia meyakini, kebijakan Trump terhadap Muslim dapat menjadi alat propaganda untuk musuh AS yang mempromosikan narasi palsu perang Amerika terhadap Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement