Selasa 17 Jan 2017 05:30 WIB

Cara Umat Islam di Amsterdam Hadapi Prasangka Buruk

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
Islamofobia (ilustrasi)
Foto: Bosh Fawstin
Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski ada tak kurang dari 44 masjid di kota, sejumlah tuduhan miring masih kerap ditujukan. Salah satu masjid yang paling konservatif di kota ini adalah el-Tauhid.

Masjid el-Tauhid telah dituduh menyebarkan ideologi radikal. Ini menyusul pembunuhan terhadap sutradara film Belanda, Theo van Gogh. Pelaku kebetulan adalah seorang pemuda Muslim yang kerap beribadah di masjid tersebut.

Pada 2004, keamanan dalam negeri Belanda mengatakan, akan mengawasi Masjid el-Tauhid dengan ketat. Sebelum terjadinya insiden pembunuhan, masjid telah berada di bawah pengawasan karena menjual buku yang mengandung kontroversi bagi Amsterdam.

Menanggapi tuduhan ini, anggota dan mantan ketua Komite Pemuda Masjid, Abdelkarim At-Tetouani, mengatakan, pintu masjid selalu terbuka untuk pengunjung ataupun personel keamanan.

Bahkan, sebetulnya tak hanya di el-Tauhid, umat Islam secara konsisten melibatkan warga Amsterdam dalam kegiatan mereka. Hal ini agar warga mereka dapat mengenal Islam lebih baik.

Pada 2005, digelar Festival Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, ada program dialog dengan masyarakat kota dan menutup kesenjangan antara Muslim dan non-Muslim . Festival ini terus dilakukan setiap Ramadhan hingga saat ini.

Muslim juga melakukan kampanye untuk menghapus stereotip dan asumsi berdasarkan atribut, seperti seperti warna kulit dan pakaian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement