REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dalam sebuah video pendek berjudul 'Rahasia Hidup Seorang Muslim', sejumlah Muslim yang menjadi publik figur di Amerika Serikat angkat bicara. Bagi mereka, tidak ada definisi mutlak untuk menggambarkan atau menjadi seorang Muslim.
Alhasil, stereotipe yang dikembangkan oleh media-media mainstream luar negeri dan retorika-retorika politikus bisa dianggap jauh dari kenyataan. Stereotipe yang berkembang terhadap Muslim adalah mereka homogen dan sekelompok orang penganut monotheisme.
Menurut sutradara video pendek berdurasi 15 menit tersebut, Joshua Seftel, berdasarkan hasil wawancara terhadap 15 publik figur Muslim Amerika, tidak ada definisi mutlak menjadi seorang Muslim, yang disebut mencapai 1,7 miliar orang di seluruh dunia.
"Saya menemukan berbagai jawaban-jawaban menarik. Sangat menarik bisa mendengar jawaban dari berbagai sudut pandang yang berasal dari orang-orang luar biasa ini," ujar Seftel kepada Huffington Post, Selasa (22/11).
Dalam video tersebut, Seftel mewawancarai 15 publik figur Muslim Amerika Serikat (AS). Mereka antara lain, atlet Anggar AS, Ibtihaj Muhammad, dan penulis seperti Amani Al-Khatahbeth, Reza Aslan, dan Zahra Noorbakshah. Selain itu ada pula komedian, Negin Farsad.
Menurut Amani, pada dasarnya, makna dari Muslim adalah orang yang mengikuti ajaran-ajaran Islam. Sementara Reza Aslan menyebut, Muslim adalah mereka yang mengaku Muslim. Berdasarkan terminologi bahasa Arab, Muslim berarti orang yang tunduk. Di titik ini, ketundukan seorang Muslim bisa dimaknai berbeda.
"Menurut ayah saya, Muslim adalah setiap orang yang tunduk kepada kekuatan yang lebih besar dari dirinya," kata Zahra Noorbakhsah. Definisi soal Muslim akhirnya tidak bisa didapatkan secara mutlak, melainkan harus berdasarkan konteks.
Jawaban menarik diungkapkan Nigel Farsad. "Saya kira, pertanyaan apa itu Muslim, 100 persen tidak akan bisa terjawab secara tuntas. Kita berbicara soal lebih dari satu miliar orang," ujar Farsad.
Untuk beberapa Muslim, ada yang benar-benar menjaga ibadahnya dan menjauhi alkohol dan babi. Selain itu, untuk wanita Muslim, ada yang mengenakan jilbab dan tidak. "Ada beberapa yang patuh terhadap ajaran Islam, tapi juga ada sebagian yang tidak sepenuhnya menjalankan ajaran Islam. Jadi, sama seperti agama lainnya," kata jurnalis senior, Dena Takruri, dalam video tersebut.




