Sabtu 15 Oct 2016 11:03 WIB

Tempat Ibadah Islam di Prancis Dikotori Pemuda Rasis

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Grande Mosquee de Paris (Masjid Raya Paris), salah satu masjid yang menjadi tujuan kunjungan wisata Muslim di  Perancis. (Ilustrasi)
Foto: Dok IITCF
Grande Mosquee de Paris (Masjid Raya Paris), salah satu masjid yang menjadi tujuan kunjungan wisata Muslim di Perancis. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BAYONNE -- Aparat berwenang telah menangkap pemuda berusia 20 tahun karena menulis kata-kata kasar dan kotor pada bangunan yang biasa digunakan umat Islam untuk sembahyang di Sekolah St. Henry, Kota Bayonne, Prancis. Diketahui pemuda tersebebut bernama Jonathon Hussey warga Kota Bayonne.

Hussey dapat ditangkap polisi karena terekam video CCTV saat melakukan aksi vandalismenya di tempat ibadah umat Islam. Dia menulis kata-kata kasar dan kotor yang intinya mecaci maki Muslim dan Arab. Kini dia didakwa telah melakukan kejahatan karena mengintimidasi orang lain.  

Tulisan kasar yang dibuat Hussey ditemukan pada Jumat, sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat. Warga yang biasa melakukan ibadah di sana yang menemukannya pertama kali. Tidak lama setelah itu Hussey ditangkap polisi sekitar pukul 12.54 WIB di hari yang sama.

"Tulisan yang dicoretkan di Sekolah St. Henry adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi," kata Walikota Bayonne, Jimmy Davis, sebagaimana dilansir dari NJ.com, Sabtu (15/10).

Jimmy menegaskan, pihaknya mengutuk segala bentuk fanatisme ras dan agama. Kejahatan dan kebencian tidak dapat diterima di Bayonne. Menurut polisi setempat, Hussey juga akan didenda sebesar 15 ribu dolar. Dia akan dipanggil ke pengadilan pada Senin pekan depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement