Ahad 08 Jan 2023 15:34 WIB

Masjid Agung Paris Batal Laporkan Penulis Provokatif Prancis Seusai Minta Maaf

Penulis Prancsi Michel Houellebecq meminta maaf kepada Masjid Agung Paris

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Masjid Agung Paris. Penulis Prancsi Michel Houellebecq meminta maaf kepada Masjid Agung Paris Prancis
Foto: REPUBLIKA/Israr Itah
Masjid Agung Paris. Penulis Prancsi Michel Houellebecq meminta maaf kepada Masjid Agung Paris Prancis

REPUBLIKA.CO.ID, PRANCIS – Imam Masjid Agung Paris mengkonfirmasi dirinya membatalkan pengaduan terhadap penulis Prancis Michel Houellebecq. 

Dia sempat diprotes atas "komentar kekerasan" yang menargetkan Muslim, yang dibuat selama wawancara baru-baru ini. 

Baca Juga

Imam Masjid, Chems-Eddine Hafiz, diketahui melakukan pertemuan dengan Houellebecq, Kamis (5/1/2023). Sehari setelahnya, Imam masjid menyebut sang penulis telah menyatakan penyesalannya. 

“Setelah mencatat modifikasi dari pernyataan yang dibuat Michel Houellebecq dan penyesalan yang dia ungkapkan, Masjid Agung Paris memutuskan untuk membatalkan proses hukum terhadapnya," ujar sang Imam dikutip di RFI, Ahad (8/1/2023) 

Pekan lalu, Hafiz mengecam pernyataan kekerasan dan sangat serius yang dibuat Houellebecq terhadap Muslim, yang diterbitkan dalam majalah "kontra-budaya" Front populaire edisi November. Dirinya ingin mengajukan keluhan, tetapi tidak pernah secara resmi menindaklanjutinya. 

Dalam wawancara dengan filsuf Michel Onfray, penulis novel fiksi  2015, Submission, ini menggambarkan Muslim sebagai ancaman keamanan warga Prancis non-Muslim. 

"Keinginan penduduk asli Prancis, seperti yang mereka katakan, bukanlah agar Muslim berasimilasi, tetapi agar mereka berhenti merampok dan menyerang mereka. Atau solusi lain, mereka pergi," kata Houellebecq. 

Dia juga meramalkan masa depan "Bataclan terbalik" melawan Muslim, merujuk pada serangan teroris 13 November 2015 di gedung konser Paris. 

Di hari pertemuan bersama dengan sang Imam, Houellebecq mengakui beberapa paragraf memang bersifat "ambigu" dan mengirim surat kabar Le Figaro versi baru yang diubah dari pernyataan awalnya. 

Menurutnya, apa yang diminta orang Prancis dan bahkan apa yang mereka tuntut, adalah agar penjahat asing dideportasi, serta secara umum agar keadilan lebih keras terhadap penjahat kecil. 

Presiden Persatuan Masjid Prancis, Mohammed Moussaoui, juga telah mengumumkan niatnya untuk mengajukan keluhan. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebut akan melanjutkan tindakan hukumnya terhadap penulis Prancis tersebut.  

Sumber: rfi 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement