Ahad 02 Oct 2016 11:44 WIB

Pekerja di Percetakan Alquran Saudi Ditawari Kontrak Baru

Rep: wahyusuryana/ Red: Damanhuri Zuhri
Percetakan Alquran
Foto: Republika
Percetakan Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Perusahaan Saudi Oger memulai negosiasi dengan para pekerja yang diberhentkan bulan lalu. Mereka akan ditawarkan kontrak baru dan perpanjangan lima tahun, untuk mengoperasikan Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah.

Dilansir dari Saudi Gazette, Ahad (2/10), kontrak baru Saudi Oger menawarkan pengurangan gaji dan tunjangan secara signifikan. Maka itu, pekerja menilai tindakan Saudi Oger melanggar hukum Saudizaton, terutama mereka yang mengalami penundaan gaji selama tiga bulan.

Kementerian Urusan Panggilan dan Bimbingan Islam Arab Saudi, belakangan mengundang perusahaan-perusahaan lain yang memenuhi syarat, untuk mengoperasikan percetakan Alquran tersebut. Namun, penawaran Saudi Oger tetap terpilih dari enam perusahaan yang ada.

Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd akan mulai beroperasi beberapa pekan ke depan, setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Urusan Panggilan dan Bimbingan Islam. Karenanya, pekerja harus mendapatkan penawaran jaminan hak dan klaim asuransi terbaik.

Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd merupakan percetakan Alquran terbesar di dunia, yang berdiri sejak 1985 dan mencetak lebih dari 128 juta Mushaf Alquran, memproduksi 10 juta eksemplar per tahun, dan menerbitkan 55 terjemahan Alquran dengan 39 bahasa.

Sayangnya, bulan lalu Saudi Oger selaku perusahaan pengoperasi memberhentikan jasa 1.300 pekerja kontrak. Sampai saat ini, belum ada kejelasan soal nasib para pekerja dan pengoperasian percetakan, mengingat penawaran gaji dan tunjangan yang rendah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement