Rabu 28 Sep 2016 10:58 WIB

27 Ribu Orang akan Berdoa untuk Garut di Penutupan PON

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Damanhuri Zuhri
Petugas TNI, Polri, serta Basarnas dibantu alat berat mencari korban banjir bandang pascaluapan aliran Sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, Jumat (23/9).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Petugas TNI, Polri, serta Basarnas dibantu alat berat mencari korban banjir bandang pascaluapan aliran Sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, Jumat (23/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penutupan PON yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kamis (29/9) malam nanti, salah satunya akan diisi dengan doa bersama.

Menurut produser pelaksana untuk pembukaan dan penutupan PON, Satrya Yanuar, panitia ingin di penutupan PON nanti ada sambung rasa, merasakan apa yang dirasakan korban bencana di Garut dan Sumedang.

"Jadi, kami ingin mengirimkan doa untuk semua korban dengan berdoa bersama 27 ribu orang yang hadir di stadion," ujar Satrya dalam konprensi pers yang diselenggarakan di Media Center Utama (MCU) PON XIX, Trans Luxury Hotel,  Selasa malam (27/9).

Menurut Satrya,  dengan berdoa bersama mengirimkan doa kepada saudara-saudara kita di sumedang dan Garut, Ia berharap spirit doa tersebut akan meringankan mereka.  dan kembali menyambungkan harmoni indonesia lebih indah lagi‬

 

Selain itu, kata dia, dalam penutupan PON nanti Ia akan melakukan prosesi serah terima pataka. Yng menarik, dalam prosesi tersebut kita akan melihat kolaborasi karya maestro jaipong Gugum Gumbira bersama putrinya mira tedjaningrum yang sengaja membuat sebuah nomor baru yang dinamakan gagak koncar.

"Ini pertama diperlihatkan di upacara serah terima, dan gagak koncar ini akan di”sanggap” (ditangkap) oleh tarian cendrawasih dari Papua," katanya.

Tarian ini, kata dia, merepresentasikan penyerahan dari tuan rumah PON ke tuan rumah berikutnya di Papua. Lalu, pagelaran akan ditutup oleh pagelaran bersama Doel Sumbang dan Kikan kotak yang akan menyanyikan lagu bendera.

"Kami pun tidak ingin direpresentasikan bahwa upacara puncak penutupan ini adalah upacara hura-hura, tapi ini selebrasi  ucap syukur kita, berterima kasih, telah selesai PON," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement